<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264</id><updated>2012-02-16T02:49:55.899-08:00</updated><category term='IBD'/><title type='text'>Ilmu Budaya Dasar</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-6421737134852670624</id><published>2011-04-06T00:58:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T01:01:03.658-07:00</updated><title type='text'>Penilaian tentang "Tari Gandrung"</title><content type='html'>Di Banyuwangi tari Gandrung hingga kini masih bergelinjang mesra dan di Lombok tetap berlenggok riang, namun di Bali kesenian ini hampir punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suartaya yang sering memperkuat tim kesenian Bali untuk mengadakan pentas ke mancanegara menambahkan, seni pertunjukan sejenis Gandrung banyak dijumpai di Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kesenian itu masih satu genre dengan Ketuktilu di Jawa Barat, Tayub di Jawa Tengah maupun Jawa Timur bagian barat, Lengger di wilayah Banyumas dan Joged Bumbung di Bali, dengan melibatkan seorang wanita penari profesional yang menari bersama-sama tamu (terutama pria) dengan iringan musik (gamelan)," tutur Suartaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilannya senantiasa disertai unsur-unsur erotisme seperti juga dalam tari Ronggeng di Jawa Barat dan juga Joged Bumbung di Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa lalu, penari Gandrung memang banyak mengundang debur asmara kaum pria, padahal para penari Gandrung itu sendiri adalah laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Banyuwangi kesenian Gandrung pada awalnya dilakoni oleh kaum pria, setidaknya hingga tahun 1890-an. Baru pada tahun 1914 penari wanita dihadirkan setelah kematian penari pria terakhir, Marsam. Gandrung wanita pertama Banyuwangi bernama Semi, seorang gadis kecil yang sakit-sakitan yang berkaul jika sembuh akan menjadi penari Gandrung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan di Banyuwangi, di Bali hingga kini tari Gandrung masih dibawakan penari laki-laki. Salah satu grup seni pertunjukan Gandrung yang masih bertahan adalah Sekaa Gandrung Banjar Ketapian Kelod, Denpasar, masih mempertahankan penari pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenian Gandrung yang disakralkan oleh komunitasnya itu lebih menampilkan diri sebagai presentasi estetik. Melalui iringan musik bambu yang disebut gandrangan, Gandrung Bali menyuguhkan raga keindahan tari yang lazim dijumpai dalam tari klasik Legong Keraton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suartaya menambahkan, seperti halnya di Banyuwangi, diduga kuat tari Gandrung di Lombok pada awalnya juga dibawakan oleh kaum pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gandrung Lombok yang kini lazim dibawakan kaum wanita itu masih eksis sebagai sajian profan, menampakkan karakter Bali dan Banyuwangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source : http://www.antaranews.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-6421737134852670624?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/6421737134852670624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2011/04/penilaian-tentang-tari-gandrung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/6421737134852670624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/6421737134852670624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2011/04/penilaian-tentang-tari-gandrung.html' title='Penilaian tentang &quot;Tari Gandrung&quot;'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-102646849568845912</id><published>2011-03-16T10:13:00.001-07:00</published><updated>2011-03-16T10:13:50.257-07:00</updated><title type='text'>Harapan kita sebagai pemuda</title><content type='html'>Pemuda adalah pikiran-bertindak. Sejarah pemuda adalah sejarah massa; di dalamnya gagasan revolusioner penuh dengan harapan-harapan yang meningkat dari orang-tua, anak-anak, dan bahkan bayi-bayi yang baru lahir. Perubahan yang dikawal Pemuda adalah semangat dari kebijaksanaan orang-tua, cita-cita anak kecil, dan ketulusan dari bayi yang baru lahir. Pemuda adalah penghubung dari berbagai kenyataan sejarah. Ketika para elit politik sudah tidak bisa dipercaya, petani, buruh, nelayan, masyarakat adat, mereka belum menemukan kawan ditengah situasi yang kian menindas, maka pemuda lah tenaga yang tersisa.&lt;br /&gt;Pemuda seperti bagaimana adanya. Seperti daun muda, akan terus tumbuh pada dahan yang dihinggapinya. Dalam kaitannya dengan sebuah bangsa, pemuda adalah nafas bangsa yang membawa tongkat estafet kebanggaannya dengan menggingat warisan para founding fathers yang telah berjuang demi bangsa ini. Mengingat begitu urgen-nya peran pemuda ini, sudah seharusnya kita bersikap peduli manakala banyak permasalahan yang muncul bertubi-tubi yang datang dari pemuda harapan bangsa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat bahwa pemuda merupakan sosok special yang telah menorehkan tinta-tinta manis dalam arsip nasional suatu bangsa. Sejarah Indonesia telah membuktikan kebenarannya. Revolusi 1945 adalah revolusi pemuda, yang merupakan klimaks dari long march perjuangan bangsa sejak masa pra-kemerdekaan. Tokoh-tokoh sentralnya, seperti dr Sutomo dan dr Wahidin Sudirohusodo, yang menggagas perkumpulan Budi Oetomo, HOS Tjokroaminoto, pendiri Sarekat Islam, adalah orang-orang muda pada zamannya. Mereka adalah para pioner ulung, konseptor pergerakan pada masa pra-kemerdekaan. Bahkan Bung Karno dan Bung Hatta menjadi pimpinan negara pada usia muda, masing-masing 44 dan 43 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun muncul pemuda dengan berbagai macam semangat sesuai dengan nafas zamannya. Akan berbeda jika kita melihat pemuda masa kini dengan pemuda di masa lalu. Dari sumber-sumber sejarah kita dapat tahu bagaimana kakek buyut kita berjuang dengan sekuat tenaga membebaskan negeri ini dari berbagai penjajah “biadab” yang dengan sekehendak hati mempermainkan kedaulatan negi suatu Negara eri sejuta pesona ini, negeri Indonesia. Lihatlah saat ini, negeri kita telah MERDEKA! Paling tidak sebagai suatu negara yang telah diakui secara de facto dan de jure oleh negara lain. Akankah masih sama perjuangan pemuda saat ini? Tentu saja berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda saat ini adalah pemetik bibit perjuangan masa lalu. Penikmat segarnya kebebasan yang sebebas-bebasnya. Akankah kenyataaan seperti itu? TIDAK! Tugas pemuda saat ini sangatlah berat. Lebih berat dari para pendahulu kita, tonggak estafet semakin susah untuk digenggam. Penjajahan telah berevolusi. Tidak hanya makhluk hidup saja yang dapat ber-evolusi. Kencangnya arus globalisasi memaksa kita harus menancapkan kuku lebih dalam agar kita tidak terhempas oleh arus itu. Pemuda adalah agent of change yang berfungsi sebagai kemudi sang burung rajawali. Pemuda adalah wajah suatu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalanya kemudian adalah kaum-kaum muda sendiri belum terkonsolidasi dan memiliki modal yang cukup untuk merebut kepemimpinan. Salah satu contoh nyata adalah makin luruhnya semangat nasionalisme di kalangan kaum muda. Kebanyakan malah terjebak dengan pola politik pragmatis senior-seniornya dan bahkan banyak yang terjebak dalam budaya hedonisme. Sehingga kemudian kaum muda mendapat stigma sebagai “ anak bau kencur” yang tidak memiliki kesiapan untuk memimpin. Persoalan kesiapan ini penting karena wacana saatnya kaum muda memimpin bukan hanya urusan bagaimana merebut kekuasaan dari kaum tua semata. Namun, pemuda harus memiliki arah dan orientasi perjuangan sehingga tidak gagap dan terseok-seok dalam menyelesaikan persoalan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengikuti alur sejarah “continuity and change”, maka peran kesejarahan generasi muda sekarang harus melintasi sekaligus tiga zaman, masalalu, masakini dan masadepan, yakni perpaduan kesadaran historis, kesadaran realistik, dan kesadaran futuristik, seakan membentuk segitiga utuh. Sebab, kesadaran historis semata akan melahirkan romantisme. Hanya ada kesadaran realistik akan melahirkan pragmatisme. Sementara, dengan kesadaran futuristik, yang lahir adalah generasi muda pemimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengingat kejayaan pemuda di masa lampau, kita tidak perlu terlalu khawatir karena JAZIRAHi adalahNEGERI yang hebat. Dengan berbagai kekurangannya, JAZIRAH dapat mengatasi berbagai persoalan yang tak kunjung habis. Dengan semangat pemuda yang terus berkobar, kita lanjutkan tonggak kekpemimpinan kita yang telah tersohor sampai negeri LAIN. Api semangat tak akan pernah padam oleh terjangan angin fatamorgana. Sekarang pilihan ada di tangan kita. MERDEKA ATAU MATI! Hidup pemuda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya kutip dari salah satu catatan di facebook&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-102646849568845912?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/102646849568845912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2011/03/harapan-kita-sebagai-pemuda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/102646849568845912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/102646849568845912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2011/03/harapan-kita-sebagai-pemuda.html' title='Harapan kita sebagai pemuda'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-7077237849515730765</id><published>2011-03-16T10:08:00.001-07:00</published><updated>2011-03-16T10:10:48.460-07:00</updated><title type='text'>Kenapa Kita Gelisah ???</title><content type='html'>Kita sebagai manusia mungkin sangat sering merasa gelisah, itu disebabkan karena tekanan yang kita hadapi baik dalam dunia kerja maupun dunia percintaan,kuliah keluarga, ini semua bisa menyebabkan kegelisahan buat kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya sedikit mengutip dari koran Kompas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia gelisah karena takut. Gelisah sendiri sebenarnya perasaan yang normal selama masih dalam batas-batas yang bisa dimaklumi. Dalam hidupnya banyak sekali ketakutan-ketakutan manusia, maka itu kita perlu menyiapkan diri dalam menghadapinya. Contohnya seorang atlet yg gelisah saat menjelang hari perlombaannya (takut akan kekalahan), orang kaya yg gelisah setiap berpergian (takut dirampok), usahawan yg gelisah saat menandatangani kontrak kerjasama (takut ditipu rekan bisnis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah fenomena dan realitas kehidupan umumnya manusia. Sebenarnya kegelisahan itu tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi atau materi. Buktinya tidak sedikit orang yang melimpah hartanya, punya jabatan, popularitasnya cukup ternama, mereka juga sering mengalami kegelisahan. Bahkan cenderung meningkat pada stress. Dari ringkasan jawaban saya nampak jelas bahwa faktor utama kegelisahan bukan karena faktor ekonomi dan materi, tetapi ada faktor lain yang menjadi penyebab utamanya. Sebenarnya berawal dari mencintai sesuatu kemudian sesuatu itu hilang atau merasa takut hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelisahan kadang seolah-olah disebabkan tingkat/ jumlah materi yang kita dapat atau kita miliki, tetapi sebenarnya kegelisahan dan ketenangan dapat tercipta dengan bagaimana kita menikmati atau mensyukuri apa yang kita dapatkan dan kita miliki, jika kita dapat menikmati hidup dengan apa yang kita miliki pasti kegelisahan tidak akan terjadi, rasa mensyukuri juga akan menghilangkan rasa ambisi yang intinya akan selalu membuat kita gelisah, jadi dengan rasa menikmati dan mensyukuri yang kita miliki nggak kan ada lagi kegelisahan di diri kita, yakinlah itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-7077237849515730765?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/7077237849515730765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2011/03/kenapa-kita-gelisah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/7077237849515730765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/7077237849515730765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2011/03/kenapa-kita-gelisah.html' title='Kenapa Kita Gelisah ???'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-5608302265130216186</id><published>2011-03-16T10:06:00.000-07:00</published><updated>2011-03-16T10:07:31.498-07:00</updated><title type='text'>Tanggung Jawab kita melestarikan Budaya Indonesia</title><content type='html'>Indonesia merupakan negara yang bersemboyankan  Bhinneka Tunggal Ika,&lt;br /&gt;yang memiliki arti berbeda-beda tapi tetap satu. Semboyan itu&lt;br /&gt;menunjukkan bahwa hanya Indonesialah satu-satunya negara yang memiliki&lt;br /&gt;keanekaragaman penduduknya. Maka dari itu Indonesia yang ditinggali oleh&lt;br /&gt;banyak suku-suku pasti memiliki budaya-budaya yang banyak dan beragam&lt;br /&gt;juga. Seperti wayang golek, tari-tarian yang beragam geraknya, dan&lt;br /&gt;ritual-ritual yang dimiliki oleh tiap kepercayaan. Karena budayanya yang&lt;br /&gt;banyak itu bangsa Indonesia sangat melestarikan dan mengembangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain budaya-budaya seperti itu, Indonesia juga memiliki&lt;br /&gt;kebiasaan-kebiasaan yang baik dan selalu mewarnai kehidupan bangsanya,&lt;br /&gt;contohnya seperti kepedulian terhadap sesama, cara orang tua mengasuh&lt;br /&gt;anaknya dangan baik, lalu pribadi yang berbudi luhur, masyarakat yang&lt;br /&gt;tidak pernah putus asa, dan lain-lain. Terutama pada zaman reformasi&lt;br /&gt;Indonesia yang dipimpin oleh Bapak Ir. Soekarno dan Bapak Soeharto,&lt;br /&gt;Indonesia dapat dikatakan sebagai negara yang taat akan hukum dan&lt;br /&gt;peraturannya, kehidupan masyarakatnya saling menghargai satu sama lain,&lt;br /&gt;dan selalu menghargai dan mengembangkan budaya-budayanya. Pada zaman itu&lt;br /&gt;Negara Indonesia menjadi salah satu negara yang disegani oleh negara&lt;br /&gt;lainnya, karena berbagai upaya-upaya yang baik itu dilakukan oleh&lt;br /&gt;bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seiring dengan berjalannya waktu, kualitas bangsa Indonesia&lt;br /&gt;mulai menurun dan menyebabkan nama baik bangsa Indonesia tercoreng .&lt;br /&gt;Dengan demikian otomatis Indonesia tidak menjadi negara yang disegani&lt;br /&gt;seperti dulu lagi. Selain itu budaya-budaya yang merupakan aset terbaik&lt;br /&gt;milik bangsa Indonesia mulai dilupakan dan tidak dikembangkan bahkan&lt;br /&gt;tidak jarang pula beberapa kebudayaan asli Indonesia yang telah direbut&lt;br /&gt;dan diakui oleh negara lain sebagai budaya mereka sendiri, contoh tari&lt;br /&gt;pendet yang notabene adalah budaya asli masyarakat BALI telah diakui&lt;br /&gt;oleh negara tetangga kita sebagai budaya asli mereka, dan masih ada juga&lt;br /&gt;beberapa contoh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman sekarang teknologi dan pengetahuan masyarakat Indonesia&lt;br /&gt;berkembang luas. Banyaknya budaya asing yang masuk ke Indonesia seperti,&lt;br /&gt;manga dan anime ( komik jepang ) dan budaya-budaya&lt;br /&gt;asing lainnya menyerbu masuk ke Indonesia. Namun masuknya budaya-budaya&lt;br /&gt;asing tersebut tidak disaring terlebih dahulu oleh masyarakat  Indonesia&lt;br /&gt;dan cenderung diterima secara besar-besaran. Buruknya lagi&lt;br /&gt;budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia tersebut tidak diimbangi&lt;br /&gt;oleh pengembangan budaya milik Indonesia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut dapat dibuktikan melalui buku-buku komik anak dan remaja&lt;br /&gt;yang dijual di toko buku di Indonesia. Hampir semua toko buku di&lt;br /&gt;Indonesia menjual yang namanya komik manga dan anime dan dapat dikatakan bahwa komik-komik tersebut merupakan buku yang paling banyak terjual atau best seller dibandingkan buku-buku anak dan remaja lainnya. Padahal pada zaman 1970-an komik Indonesia, seperti Si Buta Dari Goa Hantu, Gundala, Godam, Gina, dan Panji Tengkorak,&lt;br /&gt;pernah berjaya. Namun karena serbuan komik jepang yang masuk ke&lt;br /&gt;Indonesia menyebabkan komik-komik Indonesia tersebut hilang dari&lt;br /&gt;pasaran. Selain itu film manga dan anime telah banyak tersiar di hampir&lt;br /&gt;semua stasiun televisi Indonesia. Dan komik jepang itu pula yang&lt;br /&gt;sekarang menjadi media hiburan yang diperbincangkan oleh anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat dari fakta-fakta tersebut, yang akan saya katakan adalah, kita ini anak Indonesia atau anak Jepang?, mengapa manga dan anime&lt;br /&gt;yang kita jadikan hiburan, padahal Indonesia memiliki budaya yang lebih&lt;br /&gt;seru, asyik, dan jauh lebih menyenangkan, seperti bermain wayang kulit.&lt;br /&gt;Jangankan untuk bermain, belum tentu semua anak yang menyukai anime dan manga dapat mengetahui nama tokoh-tokoh primer dalam wayang seperti nama-nama kelima Pandhawa. Dapat dikatakan bahwa anime dan manga&lt;br /&gt;itu bagaikan sebuah alat pencuci otak anak-anak Indonesia untuk&lt;br /&gt;melupakan budayanya. Sebenarnya kita boleh menyukai budaya asing seperti&lt;br /&gt;manga dan anime, tetapi sebaiknya kita sebagai bangsa&lt;br /&gt;Indonesia harus bisa menghargai dan melestarikan budaya milik kita&lt;br /&gt;sendiri terlebih dahulu. Lebih baik lagi jika kita mampu memadukan&lt;br /&gt;budaya asing seperti manga dan anime dengan budaya Indonesia seperti wayang menjadi sebuah mahakarya yang bagus hasil ciptaan Indonesia. Misalnya, film Barathayuda yang tokoh wayangnya dijadikan anime mode, lalu komik Arjuna Sasrabahu yang model tokohnya dijadikan anime mode. Jadi anak-anak yang menyukai manga tetap dapat melihat dan membaca komik atau film manga&lt;br /&gt;tetapi juga dapat mempelajari dan mengetahui kisah-kisah pewayangan,&lt;br /&gt;dengan demikian terjadi adanya suatu keseimbangan antara menghargai&lt;br /&gt;budaya sendiri dan menghargai budaya asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hilangnya kesadaran masyarakat Indonesia akan budayanya, zaman&lt;br /&gt;sekarang ini  yang namanya budaya bangsa Indonesia seperti kebaikan,&lt;br /&gt;gotong royong, kebersihan, dan pribadi masyarakat Indonesia yang tidak&lt;br /&gt;mudah putus asa hampir menghilang disapu oleh budaya dari negara lain&lt;br /&gt;terutama di daerah perkotaan yang memiliki kebiasaan yang buruk yakni&lt;br /&gt;jarang menyapa satu sama lain. Kebanyakan orang Indonesia telah sulit&lt;br /&gt;jika harus berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar, bahkan telah&lt;br /&gt;ada celetukan–celetukan anak-anak muda zaman sekarang yang tidak mau&lt;br /&gt;menyapa orang lain malahan mencemooh saat seseorang akan berinteraksi&lt;br /&gt;atau berelasi dengan orang yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, budaya lain yang telah dihilangkan dari kebiasaan baik&lt;br /&gt;bangsa Indonesia adalah budaya kebersihan. Sekarang ini banyak sampah&lt;br /&gt;yang berserakan hampir di setiap tempat di Indonesia, bagaimana malunya&lt;br /&gt;bangsa Indonesia jika negaranya didatangi oleh turis dari negara lain&lt;br /&gt;yang menyaksikan banyaknya sampah yang berserakan di Indonesia. Jumlah&lt;br /&gt;pengangguranpun bertambah yang merupakan bukti bahwa tidak adanya rasa&lt;br /&gt;semangat juang dari pribadi masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dapat dikatakan bahwa sekarang pengembangan akan budaya dan&lt;br /&gt;kebiasaan-kebiasaan baik seperti dahulu sukar ditemukan, dan cenderung&lt;br /&gt;tidak ada. Padahal budaya-budaya itu adalah milik negara kita sendiri&lt;br /&gt;dan harus dilestarikan. Jika dibiarkan terus-menerus otomatis Negara&lt;br /&gt;Indonesia tidak akan dikenal oleh negara-negara lainnya dan akan sulit&lt;br /&gt;untuk menjadi negara maju di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi hal yang lebih buruk daripada hilangnya budaya-budaya tersebut&lt;br /&gt;adalah banyaknya kasus korupsi dan demonstrasi yang berlangsung ricuh.&lt;br /&gt;Di  televisi banyak tersiar berita korupsi yang merupakan salah satu&lt;br /&gt;faktor terhambatnya suatu negara menjadi negara yang maju. Padahal pada&lt;br /&gt;jaman Bapak Ir. Soekarno, kasus korupsi yang terjadi tidak sebanyak dan&lt;br /&gt;secanggih sekarang.  Buruknya lagi, pada  zaman sekarang pelaku korupsi&lt;br /&gt;kebanyakan orang-orang penting Indonesia. Maka dari itu Indonesia&lt;br /&gt;menjadi negara di benua Asia yang paling banyak pelaku korupsinya hingga&lt;br /&gt;menduduki peringkat nomor satu  se-Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain korupsi juga masih ada masalah lain yakni demonstrasi massa&lt;br /&gt;(demo) yang tidak berjalan dengan baik dan cenderung pelakunya bersifat&lt;br /&gt;anarkis. Di banyak siaran berita televisi juga menyiarkan banyaknya&lt;br /&gt;kasus demo yang tidak sesuai peraturan yang ada. Banyak para pendemo&lt;br /&gt;yang berlaku anarkis seperti membakar ban, merusak mobil-mobil, merusak&lt;br /&gt;fasilitas umum, menutup jalan protokol, menghancurkan bangunan warga dan&lt;br /&gt;pemerintah, melawan aparat kepolisian, bahkan membakar foto presiden&lt;br /&gt;dan lambang negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak malukah kita dengan hal-hal tersebut, bagaimana jika kita&lt;br /&gt;dicemooh oleh turis mancanegara dan negara-negara lain yang melihat&lt;br /&gt;bagaimana buruknya ketaatan bangsa Indonesia terhadap hukum yang&lt;br /&gt;dibuatnya sendiri, dan tidak melestarikan budaya yang mereka miliki&lt;br /&gt;sendiri, lalu bagaimana cara negara Indonesia ini bisa menjadi negara&lt;br /&gt;yang maju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saya diharuskan menjawab pertanyaan di atas, saya akan menjawab&lt;br /&gt;bahwa kita harus mengembangkan budaya-budaya yang merupakan aset negara&lt;br /&gt;paling berharga, menjalin relasi yang baik dengan orang yang menurut&lt;br /&gt;kita berwatak baik, dan pemerintah maupun masyarakat harus selalu&lt;br /&gt;berbuat baik dan tidak sewenang-wenang. Apakah artinya semboyan Bhinneka&lt;br /&gt;Tunggal Ika yang kita miliki, jika bangsa-bangsanya tidak mau&lt;br /&gt;melestarikan budaya-budaya mereka ,apalagi sampai melupakannya, bahkan&lt;br /&gt;pasrah jika budaya-budaya kita diakui oleh negara tetangga. Apakah arti&lt;br /&gt;dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika jika tidak ada kepedulian terhadap orang lain dan tidak ada rasa tanggung jawab dari tiap pribadi bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu kita sebagai bangsa Indonesia wajib melestarikan dan&lt;br /&gt;sekaligus mengembangkan budaya milik tanah air kita yang tercinta. &lt;br /&gt;Menurut saya Indonesia dapat menjadi negara yang maju jika mengekspose&lt;br /&gt;budaya-budaya yang kita miliki, sebab dengan cara tersebut budaya dan&lt;br /&gt;kebiasaan baik bangsa Indonesia dikenal oleh luar negeri dan mungkin&lt;br /&gt;dengan cara itu juga, tidak ada negara lain yang berani lagi mengakui&lt;br /&gt;budaya Indonesia menjadi budaya asli milik negara tersebut karena telah&lt;br /&gt;ada bukti yang rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dengan cara mengekspose budaya-budaya milik Indonesia, kita&lt;br /&gt;juga harus menanamkan yang namanya kepedulian antar masyarakat dan&lt;br /&gt;mencoba menjalin relasi yang baik dengan orang yang berbeda suku,agama,&lt;br /&gt;dan kepercayaan. Namun belum tentu semua orang dapat kita jadikan&lt;br /&gt;sebagai teman kita. Kita juga harus pandai-pandainya memilih teman. Jika&lt;br /&gt;ada seseorang yang mau kita jadikan teman, kita harus mengetahui watak&lt;br /&gt;dan sikap dasar orang tersebut, jika wataknya baik boleh kita jadikan&lt;br /&gt;teman, tapi jika wataknya buruk jangan kita jadikan sebagai teman.&lt;br /&gt;Karena kita sebagai manusia memiliki sifat dasar yang mudah meniru dan&lt;br /&gt;terpengaruh oleh lingkungan terdekat kita, yang pastinya akan berakibat&lt;br /&gt;buruk jika kita berteman dengan orang yang salah. Pertemanan juga&lt;br /&gt;termasuk salah satu faktor pengganggu kepribadian seseorang. Sedangkan&lt;br /&gt;jika kita berteman dengan orang yang baik kita bisa menjadi orang yang&lt;br /&gt;baik pula dan akan timbul adanya sikap saling mengerti satu sama lain,&lt;br /&gt;saling membantu, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dengan cara mengembangkan dan melestarikan budaya dan berelasi&lt;br /&gt;antar manusia, negara kita ini dapat menjadi maju jika adanya keadilan&lt;br /&gt;dan ketidaksewenangan para pemimpin bangsa. Saya sangat berharap jika&lt;br /&gt;Negara Indonesia ini bebas dari korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).&lt;br /&gt;Maka dari itu saya mengharapkan kepada pihak pemerintah untuk lebih&lt;br /&gt;memperketat pertahanan anti KKN. Selain memperketat pertahanan anti KKN,&lt;br /&gt;saya juga mengharapkan adanya tanggung jawab pihak pemerintah dalam&lt;br /&gt;kepentingan orang-orang miskin. Di banyak stasiun televisi menyiarkan&lt;br /&gt;adanya berita penggusuran bangunan liar dan pedagang kaki lima. Jika&lt;br /&gt;memang hal itu dilakukan seharusnya sebelum penggusuran diadakan, pihak&lt;br /&gt;pemerintah telah menyiapkan atau membangunkan tempat tinggal dan tempat&lt;br /&gt;berdagang yang layak. Lebih baik lagi jika pihak pemerintah juga&lt;br /&gt;memberikan kebutuhan primer yang pastinya sangat dibutuhkan oleh&lt;br /&gt;orang-orang miskin tersebut, seperti pakaian dan bahan makanan, apalagi&lt;br /&gt;jika pihak pemerintah memberikan modal untuk bekerja, seperti hewan&lt;br /&gt;ternak kepada orang-orang miskin tersebut. Dengan upaya ini, selain&lt;br /&gt;membantu orang-orang miskin, juga berupaya mengentaskan jumlah&lt;br /&gt;kemiskinan di Indonesia. Maka dengan cara ini dapat tercipta yang&lt;br /&gt;namanya  perdamaian dan keadilan di Negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan cara-cara ini Negara Indonesia bisa menjadi negara yang&lt;br /&gt;maju, sangat mencintai budaya-budaya yang dimiliki oleh banyak&lt;br /&gt;suku-sukunya, dan akan tercipta yang namanya perdamaian antar&lt;br /&gt;suku,agama, dan kepercayaan yang berbeda, maka arti semboyan Bhinneka&lt;br /&gt;Tunggal Ika akan benar-benar tampak dari tiap pribadi masyarakat Indonesia.  Insya’Allah Negara Indonesia akan kembali disegani oleh negara yang lainnya seperti dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://komikoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-5608302265130216186?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/5608302265130216186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2011/03/tanggung-jawab-kita-melestarikan-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/5608302265130216186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/5608302265130216186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2011/03/tanggung-jawab-kita-melestarikan-budaya.html' title='Tanggung Jawab kita melestarikan Budaya Indonesia'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-1761461264166003808</id><published>2011-03-16T10:00:00.000-07:00</published><updated>2011-03-16T10:04:18.431-07:00</updated><title type='text'>Pandangan Hidup Kaum Urban??</title><content type='html'>Satu alasan bagi ratusan ribu bahkan jutaan pendatang mengadu nasib di Jakarta adalah untuk mencari pencerahan nasib hidup. Di kampung yang masih jauh dari kemajuan, kaum urban merasa tidak memiliki harapan hidup yang cerah dan memilih untuk datang mengadu nasib ke Jakarta demi perubahan nasib yang positif.&lt;br /&gt;Kebanyakan dari mereka (termasuk saya) datang dengan modal yang kurang memadai untuk ukuran kebutuhan kota besar seperti Jakarta. Bak berjudi dengan nasib, apapun akan dilakukan kaum urban untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak di Jakarta. Dan pandangan kaum urban dari tentang Jakarta adalah tempat untuk mewujudkan impian-impian mereka, Jakarta is a big dreams city.&lt;br /&gt;Selepas lulus SMA di tahun 2009, saya yang belum berkesempatan untuk kuliah di jurusan yang saya idamkan karena faktor ekonomi, memilih untuk mengadu nasib di Jakarta dengan harapan saya dapat menabung untuk rencana kuliah yang mungkin akan saya tempuh mulai dari dua tahun mendatang. Dan dari pelosok Kota kecil di Jawa Timur yang bernama Ngawi, saya banyak bermimpi untuk mengadu nasib di Jakarta, dengan modal nekat saya pun berangkat ke kota impian tersebut, Jakarta.&lt;br /&gt;Suka duka saya jalani selama hampir dua bulan untuk melamar pekerjaan di sana-sini, dan tentu masih setia menulis dengan laptop tua kesayangan saya. Akhirnya kerja keras saya membuahkan hasil dengan diterima sebagai asisten refraksionis di salah satu optik besar di negeri ini. Padahal pekerjaan yang baru saya jalani lima bulan ini jauh sekali dari jurusan dasar saya di SMA yakni jurusan IPS. Namun, saya sangat bersyukur sekali mendapatkan pekerjaan yang sedang saya jalani saat ini, hingga saya masih percaya bahwa Jakarta tetaplah kota impian untuk mewujudkan semua mimpi besar saya.&lt;br /&gt;Namun, tidak semua kaum urban yang datang mengadu nasib di Jakarta mendapatkan kemudahan seperti yang saya alami. Banyak di antara mereka rela bekerja serabutan di Jakarta demi tetap mendapatkan sesuap nasi setiap harinya, bahkan pekerjaan-pekerjaan kotor pun rela mereka jalani demi tetap bertahan hidup. Semua bermuara pada satu hal yakni tetap berharap pada Jakarta sebagai kota impian mereka. Lebih baik pontang-panting di Jakarta yang masih banyak menyediakan peluang-peluang tersembunyi untuk mendapatkan penghasilan, dibandingkan kembali ke kampung yang masih jauh tertinggal dengan derap modernisasi dewasa ini.&lt;br /&gt;Inilah yang seharusnya menjadi perhatian lebih pemerintah terhadap kesejahteraan rakyatnya. Ketidakseimbangan serta ketidakmerataan penyebaran tingkat kesejahteraan masyarakat yang membuat laju urbanisasi kian membludak tiap tahunnya. Masalah yang timbul di perkotaan pun kian menumpuk seiring lambannya tindakan pemerintah dalam menanggulangi semua itu. Percuma melakukan reurbanisasi atau bahkan trasnmigrasi jika sebatas memindahkan masyarakat tanpa disertai pembentukan denyut kehidupan yang berimbang.&lt;br /&gt;Negeri ini sangat kaya, tapi mengapa kehidupan yang tampak kaya hanya terfokus pada secuil wilayah negeri ini saja? Bukankah seharusnya dengan kekayaan bangsa ini yang tersebar rata mampu memberikan penyebaran kesejahteraan yang merata pula?&lt;br /&gt;Dan bukan salah kami (baca: kaum urban) jika tetap keukeuh datang berbondong-bondong ke Jakarta demi mengadu nasib hingga kota ini menjadi overload apabila kampung kami dibiarkan tetap tertinggal. Jika kampung-kampung kami mendapatkan porsi pembangunan yang seimbang dan merata, tentu kami tidak akan datang memenuhi Jakarta. Dengan pembangunan yang merata, kami tentu akan nyaman dan merasa terayomi untuk berkarya di daerah kami masing-masing demi kemajuan Nusa dan Bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://theniesland.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-1761461264166003808?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/1761461264166003808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2011/03/pandangan-hidup-kaum-urban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/1761461264166003808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/1761461264166003808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2011/03/pandangan-hidup-kaum-urban.html' title='Pandangan Hidup Kaum Urban??'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-1413748877852051240</id><published>2011-03-07T07:10:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T07:16:43.246-08:00</updated><title type='text'>Penderitaan Rakyat Indonesia Pada Zaman Belanda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-iV9Ebz5HEeM/TXT2U9OOwiI/AAAAAAAAACk/F3Ux7_tGonU/s1600/tanam%2Bpaksa.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 311px; height: 206px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-iV9Ebz5HEeM/TXT2U9OOwiI/AAAAAAAAACk/F3Ux7_tGonU/s320/tanam%2Bpaksa.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581356678110954018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa VOC berkuasa dan menghujamkan penjajahan di nusantara. Masa-masa sulit bangsa dan rakyat Indonesia adalah pada masa tanam paksa. Hal ini terjadi saat kekuasaan VOC ditangan 3 orang komisaris Jenderal yaitu Elout, Vander Capellen dan seorang Pendeta yang bernama Buyskes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuangan Belanda merosot karena selain kerugian VOC yang harus dibayar juga karena biaya yang amat besar untuk menghdapi perang Diponegoro dan perang Paderi. Di Eropa, Belgia memisahkan diri pada tahun 1830 padahal daerah industri banyak di wilayah Belgia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi kesulitan ekonomi tersebut maka diberangkatkanlah Johannes Van den Bosch sebagai Gubernur Jendral Hindia Belanda dengan tugas meningkatkan penerimaan negara untuk mengatasi masalah keuangan Pemerintah Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara Van den Bosch meningkatkan penerimaan negara? Van den Bosch memberlakukan sistem tanam yang kemudian menjadi tanam paksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan tanam paksa yang dikeluarkan Van den Bosch mewajibkan rakyat membayar pajak dalam bentuk hasil pertanian (inatura) khususnya kopi, tebu dan nila. Dengan demikian akan diperoleh barang eksport yang banyak untuk dikirim ke Belanda dan dijual ke Eropa serta Amerika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan-ketentuan pokok tanam paksa adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Penduduk diharuskan menyediakan sebagian tanahnya untuk tanaman yang laku dijual (di eksport) ke Eropa.&lt;br /&gt;2. Tanah yang dipergunakan tidak melebihi 1/5 tanah yang dimiliki penduduk desa.&lt;br /&gt;3. Waktu untuk memelihara tanaman tidak melebihi waktu yang diperlukan untuk memelihara tanaman padi.&lt;br /&gt;4. Bagian tanah yang ditanami tersebut bebas pajak.&lt;br /&gt;5. Bila hasil bumi melebihi nilai pajak yang harus dibayar rakyat maka kelebihan hasil bumi tersebut diberikan kepada rakyat.&lt;br /&gt;6. Jika gagal panen yang tidak disebabkan oleh kesalahan petani maka kerugian di tanggung pemerintah&lt;br /&gt;7. Penduduk yang bukan petani wajib bekerja di kebun, pabrik atau pengangkutan untuk kepentingan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah peraturan tanam paksa tersebut dijalankan dengan baik oleh para Bupati, Kepala desa dan pegawai Belanda yang lain? Jika tanam paksa diterapkan sesuai peraturan tidaklah terlalu membebani rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prakteknya terjadi banyak penyimpangan sehingga rakyat dikorbankan. Mengapa demikian? Karena adanya iming-iming agar para Bupati, Kepala desa serta pegawai Belanda yang bekerja dengan sungguh-sungguh akan diberi perangsang yang disebut Culture procenten yaitu bagian (prosen) dari tanaman yang disetor sebagai bonus selain pendapatan yang biasa mereka terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh penyimpangan adalah tanah yang dipakai bisa lebih dari 1/5 bagian, selisih harga tidak diberikan ke petani, kegagalan panen ditanggung petani. Rakyat masih diwajibkan kerja rodi. Dengan penyimpangan tersebut para aparat pemerintah dan Bupati dapat mengumpulkan Cultur procenten yang banyak untuk memperkaya diri di atas penderitaan rakyat. Terjadi kemiskinan, kelaparan dan kematian. Contoh di Cirebon (1844), Demak (1848), Grobogan Purwodari (1849).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah dampak positif tanam paksa? Bagi bangsa Indonesia mulai dikenal tanaman baru serta cara memeliharanya serta meningkatkan pengairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tanam paksa mendapat kritikan dari orang-orang Belanda sendiri. Dampak kritikan tersebut tanam paksa mulai dihapuskan secara bertahap contohnya pada tahun 1865 tanaman nila, teh dan kayu manis yang kurang menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1866 tembakau. Tebu tahun 1884, dan terakhir adalah kopi tahun 1916. Tanam paksa berhasil menutup defisit dan meningkatkan kemakmuran bangsa Belanda. Sehingga tepatlah ungkapan yang berbunyi “Indonesia adalah gabus tempat mengapung“ bagi Belanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mempelajari tanam paksa Anda dapat melanjutnya belajar tentang sistem usaha swasta seperti uraian berikut ini.&lt;br /&gt;- Sistem Usaha Swasta&lt;br /&gt;Dengan kemenangan golongan liberal di parlemen Belanda maka mulai ditetapkan sistem ekonomi liberal yang ditandai dengan masuknya modal asing ke Indonesia. Masa ini disebut Politik Pintu Terbuka (open door policy) atau politik ekonomi liberal kolonial dilandasi oleh beberapa undang-undang antara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Indische Comptabiliteitswet tahun 1867 (UU perbendaharaan Hindia Belanda) yang menyatakan bahwa anggaran belanja Hindia Belanda harus ditetapkan dengan Undang-Undang, jadi dengan persetujuan Parlemen Belanda.&lt;br /&gt;2. Suikerwet 1870 (UU gula) berisi ketetapan bahwa tanaman tebu sebagai tanaman monopoli pemerintah berangsung-angsur akan dihilangkan sehingga di pulau jawa dapat diusahakan oleh pengusaha swasta.&lt;br /&gt;3. Agrarichwet 1870 (UU agraria) berisi antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tanah di Indonesia dibedakan menjadi 2 bagian yaitu tanah rakyat dan tanah pemerintah.&lt;br /&gt;- Tanah rakyat dibedakan atas tanah milik yang sifatnya bebas dan tanah desa yang tidak bebas. Tanah rakyat tidak boleh dijual kepada bangsa asing, hanya boleh disewakan.&lt;br /&gt;- Tanah pemerintah dapat dijual untuk tanah milik (eigendom) atau disewakan selama 75 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan undang-undang agraria adalah melindungi petani agar tidak kehilangan tanahnya serta membuka peluang Orang asing untuk menyewa tanah dari rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;Bagaimana keadan Indonesia selama sistem usaha swasta berlangsung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai tahun 1870 para pengusaha swasta menanam modal di Indonesia dengan membuka perkebunan misalnya tembakau, kopi, teh, kina, karet, serat nenas dan kelapa sawit. Selain perkebunan berkembang pula usaha pertambangan contoh minyak di Sumatra dan Kalimantan, batubara di Sumatra Barat dan Selatan, timah di Pulau Bangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung pelaksanaan dan pengembangan usaha swasta dibangun sarana dan prasarana yaitu Irigasi, jalan raya, jembatan dan kereta api. Angkutan laut juga dikembangkan melalui pembangunan pelabuhan Jakarta (Tanjung Priuk), Medan ( Belawan). Padang (Teluk Bayur). Angkutan laut dilayani oleh perusahaan pengangkutan Belanda bernama Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dampak pelaksanaan sistem usaha swasta? Bagi Belanda sistem ini telah memberi keuntungan yang besar karena meningkatnya tanaman eksport, seperti gula, kopi, teh kopra dan kina. Keuntungan Belanda berkisar 151 juta gulden pada tahun 1877. Bagi bangsa Indonesia mengenal sistem ekonomi uang yaitu masyarakat mengenal uang tunai dari hasil sewa tanah. Dampak negatifnya adalah mundurnya kerajinan rakyat serta sarana tradisional karena digantikan alat dan sarana yang lebih modern. Para pekerja perkebunan banyak yang mengalami penderitaan karena sebagai kuli kontrak terkuno Poenale Sanctic (Sanksi hukuman) yang acapkali diperlakukan semena-mena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pelaksanaan sistem usaha swasta ini mendapat kritikan dari berbagai pihak diantaranya dari Van De Venter yang akhirnya melahirkan politik etika tahun 1901.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source :http://indonesianvoices.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-1413748877852051240?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/1413748877852051240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2011/03/penderitaan-rakyat-indonesia-pada-zaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/1413748877852051240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/1413748877852051240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2011/03/penderitaan-rakyat-indonesia-pada-zaman.html' title='Penderitaan Rakyat Indonesia Pada Zaman Belanda'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-iV9Ebz5HEeM/TXT2U9OOwiI/AAAAAAAAACk/F3Ux7_tGonU/s72-c/tanam%2Bpaksa.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-3902315303368060974</id><published>2011-03-07T07:03:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T07:09:22.569-08:00</updated><title type='text'>Keadilan Sosial Jadi Pertanyaan Buat Negeri Ini??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-cwV0Mqwx7O4/TXT07vAbZiI/AAAAAAAAACc/2GRegkTd6Ro/s1600/index.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 203px; height: 248px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-cwV0Mqwx7O4/TXT07vAbZiI/AAAAAAAAACc/2GRegkTd6Ro/s320/index.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581355145286608418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah gaung upaya penegakan hukum di tanah air, ternyata kita masih harus bermiris-miris ria melihat kenyataan peradilan yang telah digelar dibeberapa wilayah. Dan itu sudah mecoreng sekaligus melukai rasa keadilan bangsa ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja kasus yang menimpa pencuri 3 biji kakao, biji kapuk, semangka dan yang terakhir kasus Prita yang mengharuskannya bak pengemis karena harus memenuhi tuntutan jaksa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, peradilan kita belum bisa mencerminkan rasa keadilan. Padahal mereka orang pinter, akan tetapi tidak memiliki kebijaksanaan. Dan ini berbanding terbalik bila melihat nasib para pengemplang dana bailout Century, atau upaya penegakan hukum yang mereka lakukan terhadap dugaan penyuapan si tengil Anggodo CS.. Padahal menurut orang bijak, bila ada orang miskin dan bodoh melakukan kesalahan, maka fungsi pemimpinnya yang harus dipertanyakan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..hmh.. Mungkin begini model penegakan hukum di negeri ini.. Dan mungkin benar juga bila beberapa orang ada yang berpendapat bahwa keadilan di negeri ini hanya untuk orang-orang yang berduit..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-3902315303368060974?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/3902315303368060974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2011/03/keadilan-sosial-jadi-pertanyaan-buat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/3902315303368060974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/3902315303368060974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2011/03/keadilan-sosial-jadi-pertanyaan-buat.html' title='Keadilan Sosial Jadi Pertanyaan Buat Negeri Ini??'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-cwV0Mqwx7O4/TXT07vAbZiI/AAAAAAAAACc/2GRegkTd6Ro/s72-c/index.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-714602755409927651</id><published>2011-02-28T06:37:00.000-08:00</published><updated>2011-02-28T06:41:16.421-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IBD'/><title type='text'>Cinta Dan Kasih Sayang Antara Ibu Dan Anak</title><content type='html'>Apa yang kita bayangkan pada saat akan menjadi seorang ibu? Mempunyai anak yang baik, yang pinter dan segala macam hal baik lainnya. Tapi, apa persiapan kita untuk menjadi seorang ibu yang baik? Menjadi seorang ibu, bukan sekedar kita menikah dan mempunyai anak, namun diperlukan kesiapan mental, juga fisik. Karena sekali menjadi seorang ibu, maka seorang ibu akan selamanya menjadi seorang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang disampaikan Mario Teguh dalam acara, dengan judul “A mother’s prayer” di Metro TV tanggal 21 Desember 2008, Mario Teguh menyatakan “Ibu tak pernah cuti, tak ada lembur. Keberhasilan ibu adalah keberhasilan anak-anaknya, serta kesedihan anak-anaknya adalah kesedihan ibunya.” Selanjutnya Mario Teguh juga mengatakan, bahwa “ibu menjadi tempat bersandar banyak orang. Ibu menginginkan anaknya berdiri tegak, berjalan dan mempunyai kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, sebaiknya kita sesedikit mungkin bercerita pada beliau, karena begitu masalah yang kita hadapi telah selesai, ibu masih kepikiran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan Mario Teguh tadi benar adanya, apalagi setelah saya merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi seorang ibu sejak 26 tahun yang lalu. Peran seorang ibu sangat penting dalam meletakkan dasar-dasar pondasi pendidikan anak-anaknya, pada sikap dan perilaku, serta menjaga agar rumah tangga aman tenteram sedahsyat apapun badai cobaan menggulungnya. Ada pancaran kasih, doa serta pengorbanan seorang ibu, apapun yang menjadi profesi ibu tadi. Kondisi yang semakin berubah, semakin banyaknya wanita karir, diikuti semakin dahsyatnya pengaruh globalisasi yang juga sangat berpengaruh pada perilaku anak-anak kita, semakin menunjukkan betapa peran ibu harus semakin kuat. Sebagaimana sms yang saya terima pagi ini, dari sahabat saya, yang juga seorang ibu, agar kita dapat menjadi ibu yang mampu menciptakan suasana kesejukan, sehingga ada surga di bawah telapak kaki ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat si anak masih dalam kandungan, ibu harus telah mempersiapkan diri, mendisiplinkan diri, agar anak telah menjadi disiplin sejak masih di dalam kandungan. Seorang anak tidak ingin dilahirkan, namun orangtua lah yang menginginkan kelahiran anak-anaknya, sebagai penyambung keturunan nya. Ibu yang telah mempersiapkan diri, akan lebih tenang dalam menghadapi kesulitan, baik dalam masa kehamilan, proses kelahiran, maupun merawat bayinya dengan penuh kasih sayang setelah anak lahir dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan kepribadian dan perilaku anak, sangat ditentukan oleh bagaimana orangtua mendidiknya, disini peran ibu sangat penting. Ibu lah yang mengandung selama 9 bulan, kemudian menyusui, serta menimang anaknya….. selain itu juga mengajarkan anak-anaknya sejak anak bisa mengerti. Mengajarkan etika, agama, dan pelajaran lain yang akan mengembangkan pola pikir dan perilaku anak ke arah yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin anak besar, tentu saja ibu tak selalu bisa mendampingi anak-anaknya, tapi ibu yakin jalinan yang ada antara ibu dan anaknya. Ibu akan terus berdoa, dan menyerahkan anak pada Allah swt, dan semoga dijauhkan dari segala marabahaya. Dan ibu percaya, doa-doa ibu yang dipanjatkan akan menyertai perjalanan anaknya kemanapun dia berada, dan selalu menjadi penerang atas kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu akan tahu dan merasa, apakah anaknya sedang resah, dan sedang mempunyai masalah yang belum dapat diselesaikan. Ibu akan menunggu, apakah anak akan datang untuk memohon doa ibu, atau anak akan berusaha menyelesaikan sendiri. Ibu tetap akan mendoakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu, tolong doakan, aku mau test,” sms si bungsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu, makasih doanya, tadi semua berjalan lancar,” kembali sms si bungsu. Ibu tersenyum, dan sangat senang anaknya bisa menyelesaikan pekerjaan dan tugasnya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin anak menjadi dewasa, ibu juga akan mendudukkan dirinya, untuk membuat anak mandiri, dan tidak mencampuri persoalannya tanpa diminta. Kadang anak bisa berbuat salah, tapi seorang ibu, harus bisa mengarahkan anaknya, untuk menerima akibat atas segala kesalahan yang dilakukan, dan berusaha untuk tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa beratnya peran ibu, oleh karena itu menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah. Diperlukan kedewasaan, kematangan, agar ibu dapat menjalankan perannya, dan membuat keluarga bahagia atas peran ibu yang bisa menaungi seluruh anggota keluarga, dengan kelembutan, ketegasan dan kebijaksanaan nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source : http://edratna.wordpress.com/2008/12/22/doa-dan-kasih-sayang-seorang-ibu-penting-dalam-mengantar-kedewasaan-anak-anaknya/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-714602755409927651?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/714602755409927651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2011/02/cinta-dan-kasih-sayang-antara-ibu-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/714602755409927651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/714602755409927651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2011/02/cinta-dan-kasih-sayang-antara-ibu-dan.html' title='Cinta Dan Kasih Sayang Antara Ibu Dan Anak'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-6318495441053695156</id><published>2010-12-23T11:23:00.000-08:00</published><updated>2010-12-23T11:29:38.247-08:00</updated><title type='text'>Analisa Film</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TROjGMQWLSI/AAAAAAAAACI/Im_aakll9QY/s1600/50554_234981611343_301803_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 173px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TROjGMQWLSI/AAAAAAAAACI/Im_aakll9QY/s320/50554_234981611343_301803_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553962092242283810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KDP :Kekerasan dalam Pacaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sangat sering kita temukan di masyarakat tentang hubungan remaja yang mengalamai kekerasan khususnya adalah pihak wanita.&lt;br /&gt;mungkin dari kita pihak lelaki harus bisa memberikan pengertian lebih ke pihak wanita, tidak semua masalah selesai dengan jalur kekerasan. bnyak cara yng bisa kita hindari selain kekerasankN, toh pada intinya kita saling menyayangi satu sama lain. mungkin dari pihak lelaki harus bisa menumbuhkan rasa seperti itu.&lt;br /&gt;dan untuk pihak wanita harus bisa bersikap lebih tegas karna dengan ketidak tegasan pihak wanita, lelaki model sperti itu akan menjadi-jadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-6318495441053695156?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/6318495441053695156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/12/analisa-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/6318495441053695156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/6318495441053695156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/12/analisa-film.html' title='Analisa Film'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TROjGMQWLSI/AAAAAAAAACI/Im_aakll9QY/s72-c/50554_234981611343_301803_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-2193872119576065035</id><published>2010-12-23T11:17:00.000-08:00</published><updated>2010-12-23T11:22:51.858-08:00</updated><title type='text'>Ilmu pengetahuan dan teknolgi serta kemiskinan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TROhK1Pim1I/AAAAAAAAACA/Xwkwj-PzoPM/s1600/mp3expansion_web.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TROhK1Pim1I/AAAAAAAAACA/Xwkwj-PzoPM/s320/mp3expansion_web.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553959972940979026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (materiil saja) atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika membatasi lingkup pandangannya ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang kongkrit. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jauhnya matahari dari bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi sesuai untuk menjadi perawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan :&lt;br /&gt;dampaknya sangat terasa bagi kaum bawah tentang kemajuan teknologi yang mereka tak pernah rasakan sebelumnya. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.&lt;br /&gt;    * Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.&lt;br /&gt;    * Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source : http://aditrespect.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-2193872119576065035?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/2193872119576065035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/12/ilmu-pengetahuan-dan-teknolgi-serta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/2193872119576065035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/2193872119576065035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/12/ilmu-pengetahuan-dan-teknolgi-serta.html' title='Ilmu pengetahuan dan teknolgi serta kemiskinan'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TROhK1Pim1I/AAAAAAAAACA/Xwkwj-PzoPM/s72-c/mp3expansion_web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-6816079350544870434</id><published>2010-11-25T23:21:00.000-08:00</published><updated>2010-11-25T23:25:21.916-08:00</updated><title type='text'>Agama dan Mayarakat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TO9gmKABVYI/AAAAAAAAAB0/JutYKZ3glQE/s1600/musadek2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TO9gmKABVYI/AAAAAAAAAB0/JutYKZ3glQE/s320/musadek2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543755874952107394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jakarta, MADINA): Menurut salah seorang kepala Madrasah Aliyah Jakarta Barat, bahwa Ahmad Musadek yang mengaku-ngaku sebagai nabi baru selain Nabi Muhammad SAW adalah orang yang terjangkit penyakit megalomania. Megalomania adalah penyakit hati, sombong, merasa besar sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya bila dia menyendiri selama 2 jam saja, maka akan hadir bisikan-bisikan. Bisikan ini bisa datang dari malaikat Allah atau jin iblis. Rupanya Ahmad Musadek yang ringan saja mentahbiskan dirinya jadi nabi yang menerima wahyu dari Jibril itu telah terkena penyakit megalomania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fir’aun justru lebih dahsyat dari Nabi Palsu Ahmad Musadek. Fir’aun malah mengaku jadi Tuhan. Seperti katanya tercatat dalam al Qur-an, “Ana robbukumul a’laa’, “Aku Tuhan kalian yang maha tinggi.” Jadi sebenarnya masih belum apa-apa bila ada orang mengaku-ngaku jadi Nabi. Masih kalah dengan pengakuan Fir’aun yang jadi Allah (Tuhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang mengaku Nabi Allah setelah Nabi Muhammad SAW sebenarnya bukan baru, tapi sudah menjadi lagu klasik (lama). Kalau Ahmad Musadek mendaulat dirinya sebagai Almasih Al Maud dan Nabi Baru, perbuatannya sama dengan yang dilakukan Musailamah al Kadz-dzab abad 14 lalu. Ketika Rasulullah Saw wafat, dan Abu Bakar naik diangkat umat Islam menjadi khalifatullah dan khalifatul mukminin (pengganti Nabi Muhammad SAW dan perwakilan ajaran Allah SWT), timbul nabi-nabi palsu baru seperti Tulaiha, dan Musailamah si Pendusta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar Assidik, seorang sahabat Nabi Saw nomor wahid menyatakan, siapa saja yang tak salat atau menolak membayar zakat, maka dia akan aku perangi sampai dia bertobat. Benar saja, khalifah Abu Bakar Assidik memerangi nabi-nabi palsu itu sampai semuanya tobat atau terbunuh di medan perang. Begitu pun sekiranya ada orang yang murtad dari Islam setelah dia masuk Islam, bila menolak tobat, maka hukumanya adalah kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ini bukan negara yang menganut Syariat Islam, melainkan negara Pancasila dan ber-UUD 1945, maka tak bisa Ahmad Musadek si nabi palsu itu divonis mati dengan didor, dibom, diracun, ditebas lehernya dan lain sebagainya. Dia paling diadili karena menodai agama Islam, dan setingginya hanya menginap di pordeo selama 5 (lima) tahun. Setelah itu dia bisa bebas menghirup udara bebas dan secara diam-diam menyebarkan faham sesatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya orang-orang seumpama Lia Aminuddin, Ahmad Musadek, Mirza Ghulam Ahmad, juga Fir’aun dan Musailamah Al Kadzdzab adalah kelompok pengidap megalomania. Megalomania salah satu virus kesombongan ingin besar, gila pangkat kenabian, mania pujaan dan lain seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya bukan hanya mereka yang disebutkan di atas, siapa pun orangnya yang mengaku-ngaku nabi selain Muhammad Rasulullah, maka sudah pasti mereka kita akan cap dan stempeli dengan mark dan label ‘Nabi Palsu’alias nabi al kadzdzab (raja dusta).  (rah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source : http://madina.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-6816079350544870434?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/6816079350544870434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/11/jakarta-madina-menurut-salah-seorang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/6816079350544870434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/6816079350544870434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/11/jakarta-madina-menurut-salah-seorang.html' title='Agama dan Mayarakat'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TO9gmKABVYI/AAAAAAAAAB0/JutYKZ3glQE/s72-c/musadek2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-2374422338974698957</id><published>2010-11-25T23:16:00.001-08:00</published><updated>2010-11-25T23:21:05.370-08:00</updated><title type='text'>Warga Negara dan Negara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TO9fLV5BTiI/AAAAAAAAABs/kRIREQh_w9w/s1600/1220174620X310.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TO9fLV5BTiI/AAAAAAAAABs/kRIREQh_w9w/s320/1220174620X310.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543754314775875106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kasus TKI, Potret Buram Diplomasi RI&lt;br /&gt;Komite Independen Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (KOPR-TKI) melakukan aksi teatrikal penyiksaan TKI oleh warga Arab Saudi, di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Senin (22/11/2010). KOPR-TKI berunjuk rasa di Kedubes Arab Saudi, memprotes perlakuan warga dan pemerintah Arab Saudi terhadap TKI, yang mereka anggap sudah menginjak-injak hak asasi manusia, khususnya warga negara Indonesia yang bekerja di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com — Stefanus Gusma, Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia atau PMKRI di Jakarta, Kamis (25/11/2010), mengatakan, persoalan yang menimpa tenaga kerja Indonesia atau TKI belakangan ini merupakan wajah buram diplomasi dan posisi tawar luar negeri Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 saja ada ribuan TKI yang dianiaya tanpa ada pertanggungjawaban jelas. Sekarang pun pemerintah terlalu menyederhanakan masalah kasus TKI dengan pemberian telepon genggam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata dunia internasional, langkah semacam ini jelas menggambarkan kehancuran kewibawaan Indonesia sebagai sebuah bangsa. "Andai pemerintah kita mampu membangun posisi tawar politik luar negeri, Arab Saudi ataupun negara lain yang menjadi tujuan TKI akan bersikap serius memerhatikan keselamatan dan kesejahteraan TKI kita," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika sikap pemerintah sama dengan yang dipraktikkan pada saat berhadapan dengan Malaysia, jangan harap TKI dihargai sebagai manusia oleh negara lain. TKI tetap hanya akan diperlakukan sebagai budak belian," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Kompas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-2374422338974698957?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/2374422338974698957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/11/warga-negara-dan-negara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/2374422338974698957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/2374422338974698957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/11/warga-negara-dan-negara.html' title='Warga Negara dan Negara'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TO9fLV5BTiI/AAAAAAAAABs/kRIREQh_w9w/s72-c/1220174620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-3261716447412535713</id><published>2010-10-27T22:29:00.000-07:00</published><updated>2010-10-27T22:30:05.213-07:00</updated><title type='text'>Masyarakat Kota dan Masyarakat Desa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TMkJ-cwEvuI/AAAAAAAAABk/FdzvxeFJIsI/s1600/bakti+boko.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TMkJ-cwEvuI/AAAAAAAAABk/FdzvxeFJIsI/s320/bakti+boko.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532964585675734754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan Sosial Budaya Masyarakat Kota dan Desa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Antara Tingkat Kemajuan Teknologi dengan Kesejahteraan Masyarakat di Kota dan Desa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi berpengaruh pada banyak unsur kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah unsur kesejahteraan. Kemajuan teknologi dianggap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti penggunaan internet untuk memesan barang sehingga lebih efisien dan lebih cepat. Namun di Indonesia, terjadi suatu perbedaan yang mencolok sekali antara keadaan kesejahteraan di kota dan di desa. Tidaklah merata pembangunan yang dilakukan pemerintah untuk daerah-daerah tersebut. Tentu ini berpengaruh terhadap kesejahteraan penduduk di daerah tersebut.&lt;br /&gt;Sebelum kita membahas lebih jauh lagi, mari kita tinjau lebih dalam perbedaan antara kota dan desa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"daerah pemukiman yang terdiri atas bangunan rumah yang merupakan kesatuan tempat tinggal dari berbagai lapisan masyarakat;daerah ang merupakan pusat kegiatan pemerintahan, ekonomi, kebudayaan, dan sebagainya"(Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi II, Balai Pustaka, 1994, Jakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen dan coraknya materialistis, atau sebagai benteng budaya yang ditimbulkan oleh unsur alami dan non-alami dan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukulp besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibanding dengan daerah di belakangnya" (Prof Bintarto, Geografi SMU, 1995, Jakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pemukiman dapat dikatakan kota apabila telah tersedia berbagai fasilitas seperti: rumah tempat tinggal yang terbuat dari tembok yang kokoh dilengkapi sarana listrik yang cukup, air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana olahraga, pasar, tempat hiburan, tempat ibadah, sarana pendidikan, serta sarana dan prasarana transportasi dan telekomunikasi.&lt;br /&gt;Berdasarkan fungsi dan ciri-cirinya, kota dibedakan menjadi beberapa jenis:&lt;br /&gt;- Kota Administratif: Kota yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan wilayah tertentu. (Contoh: Jakarta, Yogyakarta)&lt;br /&gt;- Kota Industri: Kota yang merupakan tempat konsentrasi industri penduduk yang sebagian besar terlibat di kegiatan itu.&lt;br /&gt;- Kota Kosmopolitan: Kota yang mempunyai sifat internasional dgn banyaknya   lembaga-lembaga perwakilan negara lain dan banyaknya penduduk yang merasa dirinya mewakili kebudayaan dan pemikiran internasional&lt;br /&gt;- Kota Metropolitan: Kota besar yang menguasai daerah sekelilingnya&lt;br /&gt;- Kota Pelabuhan: Kota yang merupakan perluasan dari pelabuhan&lt;br /&gt;- Kota Religi: Kota yang berfungsi sebagai pusat keagamaan (Contoh: Vatikan)&lt;br /&gt;- Dan lain lain&lt;br /&gt;Pada umumnya kota dibagi 2 bagian yaitu:&lt;br /&gt;- Inti Kota: Merupakan pusat kegiatan ekonomi, politik, dan kebudayaan.&lt;br /&gt;- Kota Satelit: Pemekaran dari pusat kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Desa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri" (Kamus Besar Bahas Indonesia Edisi II, Balai Pustaka, 1994, Jakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah Camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia" (UU no 5/1979)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan potensi fisik dan nonfisik, desa dibagi menjadi 3:&lt;br /&gt;- Desa Swadaya: Desa yang belum dapat memanfaatkan potensi yang ada (terutama sumber daya alam) karena kekurangan tenaga kerja dan dana. Desa ini terletak di daerah yang masih terpencil. Penduduknya rata-rata tidak berpendidikan atau berpendidikan sampai SD, dan kebanyakan masih terikat dengan tradisi, selain itu mereka juga masih miskin. Mata pencaharian penduduk kebanyakan masih bercocok tanam. Fasilitas sarana dan prasarana sangat kurang, dan transportasi dari dan ke desa masih belum memadai.&lt;br /&gt;- Desa Swakarsa: Desa yang baru mulai memanfaatkan potensi yang ada tetapi kekurangan dana. Desa ini terletak di daerah-daerah peralihan antara daerah kota dan daerah terpencil. Masyarakat desa ini sudah banyak mengenyam pendidikan meskipun jarang yang sampai tingkat universitas (kebanyakan lulusan SD-SMA), ikatan tradisi sudah mulai menghilang dan keadaan ekonomi sudah mulai meningkat. Mata pencaharian penduduk sudah mulai bervariasi, tidak hanya di bidang pertanian. Fasilitas sarana dan prasarana sudah mulai ada, dan dibuat secara bergotong royong, mengingat dana masih terbatas. Transportasi dari dan ke desa sudah mulai ada, seperti pembuatan jalan.&lt;br /&gt;- Desa Swasembada: Desa yang sudah memanfaatkan semua potensi yang ada secara optimal. Selain memiliki potensi yang memadai, dana dan tenaga sudah tersedia. Desa ini biasanya terletak di daerah perkotaan. Kehidupannya sudah mulai modern karena mendapat pengaruh dari kota. Masyarakat di desa ini hampir semua sudah mengenyam pendidikan, bahkan cukup banyak yang sampai ke tingkat universitas. Ikatan tradisi sudah menghilang dan keadaan ekonomi cukup tinggi. Mata pencaharian penduduk sudah sangat bervariasi, mulai dari bidang pertanian sampai dengan jasa. Fasilitas sarana dan prasarana yang dibangun sudah cukup baik. Transportasi dari dan ke desa sudah lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Isi&lt;br /&gt;Kota memiliki fasilitas yang berbeda dengan desa. Permasalahan kesejahteraan mencakup beberapa bidang, yaitu bidang kesehatan, bidang ekonomi (pendapatan per kapita, perdagangan), &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bidang kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Ditinjau dari fasilitas kesehatan&lt;br /&gt;Di desa, fasilitas kesehatan yang ada bervariasi sampai dengan klinik atau puskesmas. Rumah sakit ada namun tidak umum (hanya ada beberapa rumah sakit umum daerah, itupun tidak di semua desa). Alat-alatnya juga sederhana, tidak banyak alat-alat khusus untuk operasi. Alat-alat yang ada hanya untuk menunjang penyembuhan penyakit yang ringan (seperti luka-luka, imunisasi, batuk2, flu, dsb). Obat-obatan yang ada juga terbatas untuk penyembuhan penyakit yang umum (seperti DBD;itupun kurang lengkap, TBC, Tipus, Kolera, diare, infeksi akibat tetanus/luka, dsb). Jumlah bangsal untuk tempat rawat inap pun hanya sedikit, jika dibanding dengan kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Sakit Umum Daerah&lt;br /&gt;    Puskesmas Daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota, fasilitas kesehatan bervariasi sampai dengan Rumah Sakit. Puskesmas dan Klinik sudah ada di berbagai tempat di kota. Jumlahnya pun sangat memadai  (sampai dengan/lebih dari 100). Alat-alatnya sudah canggih, dan dapat dipakai untuk menyembuhkan penyakit yang berat (seperti kemoterapi, perawatan pasien DBD). Alat-alat untuk operasi juga sudah memadai, bisa untuk melakukan suatu operasi besar (seperti pengangkatan kanker, atau pemisahan bayi kembar). Jumlah bangsal untuk rawat inap pun sudah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Sakit Persahabatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Ditinjau dari tenaga kerja&lt;br /&gt;Tenaga kerja di puskesmas desa hanya terbatas sampai dengan dokter umum dan dokter bidan, jarang ditemukan dokter spesialis (selain bidan). Jumlahnya pun tidak banyak. Kebanyakan tenaga kerja yang ada belum banyak pengalaman kerjanya (kalaupun ada hanya beberapa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di kota, tenaga kerja memadai di mana-mana, paling sedikit 1 rumah sakit ada 3 dari bbrp jenis dokter spesialis, yaitu spesialis mata, spesialis gigi, spesialis penyakit dalam, spesialis kulit, spesialis anak, spesialis THT, Psikiater, Bidan, dll. Selain itu, di kota ada banyak universitas dengan fakultas kedokteran, sehingga rumah sakit-rumah sakit tidak kekurang tenaga kerja sebab mahasiswa kedokteran yang sudah mendapat gelar sarjana kedokteran yang sedang menjalani tahap klinik bisa berperan sebagai dokter (sebagai dokter muda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari keadaan di atas, dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan masyarakat kota di bidang kesehatan cenderung lebih tinggi daripada masyarakat desa, sebab warga kota lebih tinggi persentase kesembuhannya dibandingkan warga desa. Sedangkan apabila ada warga desa yang sakit, namun tidak bisa disembuhkan di klinik desa, maka harus dirujuk ke rumah sakit kota, yang tentu saja biayanya lebih mahal bila dibandingkan dengan pendapatan masyarakat desa, dan juga jaraknya lebih jauh. Sedangkan bila ingin dibebaskan biaya rumah sakit, maka warga desa harus mempunyai kartu sehat, yang pengurusannya pada kenyataannya rumit dan malah membuang-buang waktu. Bahkan ada juga yang memungut biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bidang Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan tentu berpengaruh banyak pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Masyarakat yang umumnya berpendidikan tinggi akan lebih sejahtera, sebab mereka lebih tahu bagaimana mencari jalan keluar dari masalah-masalah seputar kehidupan dengan lebih baik daripada orang-orang yang tidak berpendidikan setinggi mereka. &lt;br /&gt;Di desa, pada umumnya tingkat pendidikannya hanya sampai SMA. Adapun mereka yang berasal dari desa yang telah melanjutkan pendidikannya sampai ke universitas (sarjana) , kebanyakan tidak kembali ke desanya, dan tidak mengusahakan suatu perngembangan bagi desanya.&lt;br /&gt;Di kota terdapat banyak pusat pendidikan, universitas, pusat-pusat penelitian yang dapat meningkatkan pengembangan kota tersebut. Masyarakat kota pun umumnya berpendidikan tinggi (minimal SMA) dan memiliki potensi SDM yang lebih baik. Mereka dapat mengusahakan suatu bidang usaha menjadi lebih optimal hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bidang Ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat desa memiliki pendapatan yang tidak besar. Sebab kebanyakan dari mereka memiliki mata pencaharian di bidang agraria. Kekayaan di desa juga tidak hanya diukur dari berapa uang yang mereka miliki namun dari berapa jumlah ternak yang mereka punya. Ini adalah suatu dampak dari kurangnya teknologi di desa. Masyarakat desa kebanyakan menyimpan uangnya di rumah, atau di celengan. Padahal rumah juga tidak permanen, begitu pula celengan. Apabila suatu hari terjadi kebakaran, atau bisa saja perampokan, yang berakibat pada hilangnya uang mereka. Ternak bisa terkena penyakit (seperti anthrax) dan mati. Kekayaan mereka tidak permanen. Mereka belum mengenal lebih dalam tentang fungsi dari bank. Atau bahkan ada yang belum mengenal bank sama sekali.  Meski ada yang sudah menabung di koperasi, namun belum semua melakukannya. Tingkat ekonomi tentu berpengaruh pada tingkat kesejahteraan. Dengan pendapatan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka sulit untuk mengembangkan diri ke tingkat yang lebih tinggi, seperti menyekolahkan anaknya sampai ke universitas, atau membeli modal untuk mengembangkan usaha mereka. Mereka juga kurang mampu membeli fasilitas penunjang seperti transportasi yang lebih efisien (mobil, motor, di desa masih dianggap sebagai barang mewah).&lt;br /&gt;Di kota, tingkat ekonomi bervariasi. Ada yang miskin sekali dan ada yang sangat kaya raya. Kebanyakan orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan adalah akibat urbanisasi. Walaupun begitu, masyarakat kota memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi di bidang ekonomi. Sebab dengan pengetahuan dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, mereka dapat lebih mengembangkan dirinya. Bahkan sekarang dengan teknologi internet, mereka bisa membuka usaha sendiri, bahkan meraup keuntungan sampai berjuta-juta rupiah setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pusat-pusat Hiburan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiburan dan rekreasi juga merupakan suatu faktor kesejahteraan masyarakat. Tentu keberadaan pusat hiburan itu juga dipengaruhi oleh kemajuan teknologi.&lt;br /&gt; Di desa, pusat rekreasi jarang ada. Hiburan bagi anak-anak biasanya permainan sederhana seperti congklak, tali karet, gundu, atau bola. Hiburan pada orang dewasa umumnya radio, atau bila memiliki cukup uang, televisi. Pada saat-saat tertentu diadakan pesta-pesta untuk memperingati suatu even (seperti pesta sukuran atas hasil panen yang baik). Hiburan dan rekreasi bagi masyarakat desa belum bervariasi dan masih tradisional.&lt;br /&gt; Di kota, pusat rekreasi sudah sangat bervariasi. Sebut saja pusat hiburan, mulai dari mall, diskotik, kafe, bioskop, sampai tempat-tempat hiburan berbau seks pun ada di sini. Ini merupakan efek dari kemajuan teknologi yang sangat tinggi di kota. Anak-anak di kota umumnya sudah kurang mengenal permainan congklak atau tali karet, dan digantikan dengan permainan game online di internet, atau bermain playstation. Sedangkan orang dewasanya mencari hiburan di mall, atau di diskotik. Atau pergi menonton di bioskop, dan banyak lagi.&lt;br /&gt; Dengan variasi hiburan dan rekreasi yang sangat berbeda antara kota dan desa, tentu mempengaruhi kesejahteraan. Orang-orang kota  memiliki lebih banyak pilihan dalam memilih hiburan, dan tentu ini mempengaruhi kesenangan mereka. Sedangkan di desa, meski orang-orangnya juga memiliki hiburan sendiri, namun karena kurangnya variasi maka rasa bosan akan timbul suatu saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa perbandingan antara kota dan desa di atas, dapat disimpulkan bahwa masyarakat di kota lebih sejahtera daripada di desa. Akibat dari kesejahteraan masyarakat di desa, berpengaruh pula pada kesejahteraan di kota. Seperti pada contohnya urbanisasi. Urbanisasi disebabkan oleh beberapa faktor:&lt;br /&gt;- dorongan ekonomi &lt;br /&gt;masyarakat desa ingin menjadi berkecukupan secara ekonomi,  dan mereka mendengar bahwa dengan bekerja di kota mereka dapat menjadi kaya. Padahal ini tidak sepenuhnya benar, mengingat persaingan di kota sangat tinggi, dan masyarakat desa pada umumnya tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk bersaing di kota, terutama kota-kota besar.&lt;br /&gt;- dorongan rekreasi &lt;br /&gt;masyarakat desa yang mendengar tentang mewahnya fasilitas hiburan di kota, menjadi tertarik untuk pindah ke sana. Namun mereka kurang mendapat informasi bahwa biaya yang diperlukan juga tidak murah. Akibatnya setelah mereka pindah ke kota, karena tidak mengetahui biaya yang dibutuhkan, sehingga uang simpanannya habis dan menjadi miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat kedua hal di atas, penduduk kota semakin bertambah dan ini berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat kota. Persaingan di kota semakin bertambah ketat. Akibatnya berpengaruh pada tingkat pengangguran. Karena banyak orang yang menganggur, tingkat kriminalitas meningkat. Akibat kriminalitas yang meningkat, masyarakat kota menjadi resah dan merasa tidak aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source : http://www.google.co.id/search?q=perbandingan+masyarakat+kota+dengan+desa&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-3261716447412535713?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/3261716447412535713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/10/masyarakat-kota-dan-masyarakat-desa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/3261716447412535713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/3261716447412535713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/10/masyarakat-kota-dan-masyarakat-desa.html' title='Masyarakat Kota dan Masyarakat Desa'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TMkJ-cwEvuI/AAAAAAAAABk/FdzvxeFJIsI/s72-c/bakti+boko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-2675056223052842606</id><published>2010-10-27T22:18:00.000-07:00</published><updated>2010-10-27T22:24:06.846-07:00</updated><title type='text'>Pelapisan Sosial Dan Persamaan Derajat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TMkIpQZpxfI/AAAAAAAAABc/YDgtgNXTi40/s1600/fakir-miskin5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 206px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TMkIpQZpxfI/AAAAAAAAABc/YDgtgNXTi40/s320/fakir-miskin5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532963122071586290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat  ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.&lt;br /&gt;[sunting] Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;[sunting] Ukuran kekayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, pa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==== Ukuran kekuasaan dan wewenang ====ÂĎ Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.&lt;br /&gt;[sunting] Ukuran kehormatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.&lt;br /&gt;[sunting] Ukuran ilmu pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-2675056223052842606?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/2675056223052842606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/10/pelapisan-sosial-dan-persamaan-derajat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/2675056223052842606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/2675056223052842606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/10/pelapisan-sosial-dan-persamaan-derajat.html' title='Pelapisan Sosial Dan Persamaan Derajat'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TMkIpQZpxfI/AAAAAAAAABc/YDgtgNXTi40/s72-c/fakir-miskin5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-7594465048583851671</id><published>2010-10-27T22:12:00.001-07:00</published><updated>2010-10-27T22:12:29.851-07:00</updated><title type='text'>Pemuda Dan Sosialisai</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TMkFhReyYUI/AAAAAAAAABU/3WgAS2XXD1k/s1600/tawuran.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 185px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TMkFhReyYUI/AAAAAAAAABU/3WgAS2XXD1k/s320/tawuran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532959686387720514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya tawuran antar remaja atau mahasiswa di bulan Ramadhan ini, merupakan cermin semakin minimnya sosok panutan yang bisa menjadi teladan masyarakat khususnya generasi muda di tanah air.&lt;br /&gt; “Informasi sekarang sudah tidak terbatas, siapa saja bisa menyimak melalui layar televisi, koran serta media lainnya berbagai peristiwa dan berita yang menyangkut kehidupan sosial, agama dan politik, termasuk di antaranya berita negatif tentang korupsi, kemiskinan dan sebagainya,” kata anggota Komisi X DPR RI dari F-PKS, Aan Rohana seperti dikutip kapanlagi.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat setiap hari disuguhi berita-berita yang membuat masyarakat gamang karena para petinggi yang harusnya bisa menjadi teladan malah berbuat sebaliknya. Demikian juga peran orang tua dan keluarga dalam pendidikan moral dan agama sudah luntur karena kesibukan orang tua mencari nafkah sehingga perhatian terhadap anak semakin berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pendidikan di sekolah saat ini tidak memberikan layanan memadai bagi peserta didik untuk mendapatkan pemahaman tentang moral, budi pekerti, akhlak dan nilai-nilai agama. “Kejadian tawuran belakangan ini khususnya selama Ramadhan kebanyakan dilakukan anak-anak dan remaja pada usia wajib belajar yakni SD dan SMP yang merupakan masa di mana anak sedang mencari identitas diri,” katanya menambahkan. Meski pembinaan akhlak dan penanaman nilai agama utamanya menjadi peran keluarga dan orang tua, namun penanamannya akan semakin kokoh apabila didukung oleh pembelajaran di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah bisa menyusun kurikulum sesuai dengan kebutuhannya masing-masing karena saat ini pemerintah sudah memberikan keleluasaan melalui kebijakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), artinya sekolah memiliki kebebasan untuk memfokuskan program unggulan sekolah itu pada bidang mana, katanya. “Sekolah bisa menyusun kurikulum yang disesuaikan dengan agenda satu tahun, misalnya pada saat bulan puasa, jumlah jam belajar mengajar dikurangi namun diperbanyak kegiatan ekstrakulikuler memperdalam agama dengan cara-cara yang menyenangkan dan tidak harus selalu di dalam ruang kelas,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sekolah harus mampu membentuk suasana kondusif terhadap siswa seperti kebiasaan memberikan salam pagi kepada kepala sekolah dan guru, memberikan ruang yang cukup bagi peserta didik untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing, atau secara rutin melaksanakan kegiatan sosial untuk masyarakat di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, beberapa sekolah negeri sudah menerapkan kegiatan yang bisa menanamkan nilai akhlak dan sosial kepada peserta didik, seperti kegiatan tadaruz bagi siswa muslim dan sementara non muslim melaksanakan ibadah sesuai dengan ajarannya dan sebagainya. “Kalau suasana kondusif seperti itu bisa diterapkan di semua sekolah, saya yakin dengan penanaman nilai agama dan sosial secara terus menerus mampu meredam emosi yang meletup-letup anak-anak di usia remaja mereka,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Direktur Pembinaan TK dan SD Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Depdiknas, Mudjito Ak mengatakan, kasus tawuran di kalangan remaja tidak bisa sepenuhnya disalahkan kepada pihak sekolah atau kurikulum pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kurikulum pendidikan kita sudah semakin baik, bahkan sekarang ini ada KTSP yang memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk menentukan silabus dan model yang akan diunggulkan dari sekolah itu,” katanya. Mudjito menyatakan keberatan bila tawuran remaja disebabkan kurikulum yang terlalu padat. “Justru kita sudah sesuaikan dengan mengembangkan program KTSP sebab sekolah yang lebih memahami kebutuhan siswa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, saat ini di kelas satu dan dua sekolah dasar (SD) sudah diperkenalkan dengan program tematik sehingga lebih terarah dan siswa tidak menghadapi beban terlalu berat pada usianya. “Anak-anak itu merupakan fungsi dari keluarganya dan ketika aktivitas dilakukan di luar jam sekolah, maka keluarga dan masyarakat ikut bertanggung jawab terhadap anak itu,” tambahnya. (kpl)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Pos Metro Padang edisi Sabtu / 20 September 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-7594465048583851671?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/7594465048583851671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/10/pemuda-dan-sosialisai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/7594465048583851671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/7594465048583851671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/10/pemuda-dan-sosialisai.html' title='Pemuda Dan Sosialisai'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TMkFhReyYUI/AAAAAAAAABU/3WgAS2XXD1k/s72-c/tawuran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-4330437889960231397</id><published>2010-10-27T21:56:00.000-07:00</published><updated>2010-10-27T22:00:19.304-07:00</updated><title type='text'>Individu, Keluarga Dan Masyarakat</title><content type='html'>Keluarga serta Masyarkat perannya sangat penting dalam kehidupan individu kita, jika mempunyai Keluarga yang bahagia serta mempunyai lingkungan masyarkat yang baik maka otomatis idividu kita pun akan baik pula.&lt;br /&gt;Individu sebagai manusia perseorangan pada dasarnya dibentuk oleh tiga aspek yaitu aspek organis jasmaniah, psikis rohaniah, dan sosial. Dalam perkembangannya menjadi ‘manusia’, sebagaimana diistilahkan oleh Dick Hartoko, individu tersebut menjalani sejumlah bentuk sosialisasi. Sosialisasi inilah yang membantu individu mengembangkan ketiga aspeknya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk sosialisasi adalah pola pengasuhan anak di dalam keluarga, mengingat salah satu fungsi keluarga adalah sebagai media transmisi atas nilai, norma dan simbol yang dianut masyarakat kepada anggotanya yang baru. Di masyarakat terdapat berbagai bentuk keluarga di mana dalam proses pengorganisasiannya mempunyai latar belakang maksud dan tujuannya sendiri. Pranata keluarga ini bukanlah merupakan fenomena yang tetap melainkan sebuah fenomena yang berubah, karena di dalam pranata keluarga ini terjadi sejumlah krisis. Krisis tersebut oleh sebagian kalangan dikhawatirkan akan meruntuhkan pranata keluarga ini. Akan tetapi bagi kalangan yang lain apa pun krisis yang terjadi, pranata keluarga ini akan tetap survive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://massofa.wordpress.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-4330437889960231397?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/4330437889960231397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/10/individu-keluarga-dan-masyarakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/4330437889960231397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/4330437889960231397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/10/individu-keluarga-dan-masyarakat.html' title='Individu, Keluarga Dan Masyarakat'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-6881336550210350606</id><published>2010-10-27T21:32:00.000-07:00</published><updated>2010-10-27T21:37:05.507-07:00</updated><title type='text'>Penduduk masyarkat dan kebudayaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TMj9U-k1QBI/AAAAAAAAAAc/jViGt8AW6KI/s1600/ondel.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TMj9U-k1QBI/AAAAAAAAAAc/jViGt8AW6KI/s320/ondel.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532950679061348370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Betawi sudah hampir kehilangan seni budayanya. Salah satunya adalah Topeng Betawi atau yang dikenal dengan adegan lenong. Untuk itu perlu Anda cermati bagaimana perkembangan sejarah terbentuknya kesenian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenian rakyat topeng Betawi mengawinkan budaya Melayu, Sunda, dan China. Salah satu tokoh yang terkenal sejak 1970-an adalah Bokir dengan grupnya yang sering pentas, Setia Warga. Pertunjukan itu biasanya diawali dengan tarian Kembang Topeng yang menampilkan banyak penari perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, tarian itu diganti dengan Ronggeng Topeng. Ada interaksi antara penari dan penonton. Selain lewat komentar usil atau celetukan, juga lewat saweran atau memberi uang tips kepada para penari perempuan oleh penonton lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ondel-ondel juga nyaris hilang dalam perhelatan JAA 2008. Padahal inilah kesenian rakyat Betawi yang paling populer dari waktu ke waktu. Bahkan ondel-ondel dianggap sebagai maskot yang menandai kebudayaan Betawi masih ada dan mampu bergaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ondel-ondel berbentuk dua patung besar berongga menyerupai sosok lelaki dan perempuan. Patung diusung orang pada bagian dalamnya dan digerak-gerakkan seperti manusia. Ondel-ondel diilhami barong landung dalam budaya Hindu Bali yang menggambarkan pengantin Raja Bali dan Putri China. Kepopuleran ondel-ondel juga disulut pula oleh lagu Benyamin Suaeb, Yuk kite nonton ondel ondel. Yuuuk!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source :http://anakbetawi.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-6881336550210350606?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/6881336550210350606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/10/penduduk-masyarkat-dan-kebudayaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/6881336550210350606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/6881336550210350606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/10/penduduk-masyarkat-dan-kebudayaan.html' title='Penduduk masyarkat dan kebudayaan'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/TMj9U-k1QBI/AAAAAAAAAAc/jViGt8AW6KI/s72-c/ondel.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-4348214554691478011</id><published>2010-05-24T09:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T09:01:27.497-07:00</updated><title type='text'>kesimpulan SDLC</title><content type='html'>Kesimpulannya yang bisa kita ambil adalah SDLC untuk membangun suatu sistem sangat berguna agar dapat di maintenance serta di kembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan perusahaan dalam menangani pelanggan. perubahan yang terjadi hanyalah wajah interface dari web dan sistem yang digunakan agar terlihat lebih elegan dan enak di pandang saat dioperasikan.  Berdasarkan sistem yang telah di observasi. sistem yang digunakan sudah baik karena sistem tersebut telah digunakan sejak perusahaan berdiri hingga sekarang ini tanpa ada perubahan yang berarti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-4348214554691478011?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/4348214554691478011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/05/kesimpulan-sdlc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/4348214554691478011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/4348214554691478011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/05/kesimpulan-sdlc.html' title='kesimpulan SDLC'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-6006602382180082433</id><published>2010-05-11T05:09:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T05:09:42.353-07:00</updated><title type='text'>kendala dalam proses Implementasi beserta proses penanggulangannya</title><content type='html'>kendala yang dihadapi adalah&lt;br /&gt;1.kesalahan dalam hal penginputan data serta tidak sinkronnya data dengan data dilapangan. &lt;br /&gt;2.awamnya para pertugas terhadap aplikasi yang digunakan sehingga perlu ada training dahulu terhadapa setiap petugas yang akan mengoperasikannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-6006602382180082433?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/6006602382180082433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/05/kendala-dalam-proses-implementasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/6006602382180082433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/6006602382180082433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/05/kendala-dalam-proses-implementasi.html' title='kendala dalam proses Implementasi beserta proses penanggulangannya'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-572583427571613864</id><published>2010-04-14T07:20:00.000-07:00</published><updated>2010-04-14T07:25:10.180-07:00</updated><title type='text'>proses awal tahapan implementasi</title><content type='html'>proses awal ini tahapannya lumayan simple kita urutkan dari yang termudah dahulu seperti di bawah berikut :&lt;br /&gt;   1. Merancang alur kerja (flowchart)&lt;br /&gt;   2. Melakukan pengecekan data apakah ada yang rangkap atau tidak.&lt;br /&gt;   3. menguji program yang digunakan.&lt;br /&gt;   4. Training program.&lt;br /&gt;   5. yang terakhir kita kenal dengan social enginering.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-572583427571613864?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/572583427571613864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/04/proses-awal-tahapan-implementasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/572583427571613864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/572583427571613864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/04/proses-awal-tahapan-implementasi.html' title='proses awal tahapan implementasi'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-3814468805220711719</id><published>2010-03-16T01:23:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T01:24:10.899-07:00</updated><title type='text'>Tugas 2 tahapan-tahapan implementasi</title><content type='html'>1. Kebutuhan akan Sistem InformasiInformasi merupakan hal yang dianggap memiliki tingkat lebih tinggi dan aktif dibandingkan dengan data. Informasi yang diperoleh melalui suatu sistem dan teknologi merupakan suatu pengetahuan yang akan digunakan untuk pengambilan suatu keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Perangkat keras (hardware) : mencakup piranti-piranti fisik seperti komputer, server, dan printer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Perangkat lunak (software) atau program : sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan keluaran yang dikehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Orang : semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Basis data (database) : sekumpulan tabel, hubungan, data grafis, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Jaringan komputer dan komunikasi data: sistem penghubung yang memungkinkan sumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Tahapan Pembangunan Sistem Informasi. Sistem Informasi diperlukan untuk beberapa tahapan yang satu sama lain saling berkaitan dan merupakan suatu siklus yang tidak pernah berhenti. Adapaun tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Identifikasi&lt;br /&gt;Pemahaman awal perlunya pembuatan sistem informasi dan permintaan formal untuk mengembangkan sistem informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Inisiasi dan Perencanaan&lt;br /&gt;Untuk menentukan spesifikasi kebutuhan dan untuk mengetahui bagaimana sistem informasi dapat membantu penyelesaian permasalahan. Pada tahap ini dibuat keputusan perlunya dibuat suatu aplikasi atau mengembangkan aplikasi yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Analisis&lt;br /&gt;Melakukan analisis untuk membuat spesifikasi dan mengstrukturkan kebutuhan pengguna serta menseleksi aplikasi lain yang sudah ada. Pada tahapan ini akan diperoleh spesifikasi fungsional sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Perencanaan Logika&lt;br /&gt;Mendapatkan dan menstrukturkan kebutuhan sistem informasi secara keseluruhan. Pada tahap ini akan diperoleh spesifikasi rinci data, laporan, tampilan, dan aturan pemrosesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Perancangan Fisik&lt;br /&gt;Mengembangkan spesifikasi teknologi yang akan digunakan, pada tahap ini akan diperoleh struktur program dan basisdata, serta perancangan struktur fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Implementasi&lt;br /&gt;Pembuatan program dan basisdata, melakukan instal dan menguji sistem. Pada tahapan ini akan diperoleh program aplikasi dan dokumentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Pemeliharaan&lt;br /&gt;Melakukan pemantauan kegunaan dan fungsi sistem, serta melakukan audit sistem secara periodik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_10153/title_1-kebutuhan-akan-sistem-informasi/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Prinsip Pengembangan Sistem Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu Anda melakukan proses pengembangan sistem, beberapa prinsip harus tidak boleh dilupakan. Prinsip-prinsip ini adalah sebagai berikut ini:&lt;br /&gt;1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.&lt;br /&gt;Setelah sistem selesai dikembangkan, maka yang akan menggunakan informasi dari sistem ini adalah manajemen, sehingga sistem harus dapat mendukung, kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen. Pada waktu Anda mengembangkan sistem, maka prinsip ini harus selalu diingat.&lt;br /&gt;2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.&lt;br /&gt;Sistem informasi yang akan Anda kembangkan membutuhkan dana modal yang tidak sedikit, apalagi dengan digunakannya teknologi yang mutakhir.&lt;br /&gt;Sistem yang dikembangkan ini merupakan investasi modal yang besar. Seperti halnya dengan investasi modal lainnya yang dilakukan oleh perusahaan, maka setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila alternatif yang ada diabaikan dan sudah terlanjur menanamkan dana ke suatu proyek investasi tertentu, maka investor akan kehilangan kesempatan untuk menanamkan dananya ke investasi yang lain. Ekonom menyebut hal ini dengan istilah biaya kesempatan (opportunity cost). Misalnya Anda mempunyai dana sebesar Rp X,- dan bila di investasikan ke proyek A akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp A,-, maka Rp A,- ini yang disebut dengan opportunity cost. Bila Anda tidak menginvestasikan dana Anda sebesar Rp X.- tersebut ke proyek A, tetapi ke proyek B, maka proyek B harus memberikan hasil lebih besar dari opportunity cost yang hilang akibat tidak diinvestasikan ke proyek A. oleh karena itu dari beberapa alternatip investasi yang ada harus di investigasi untuk menentukan alternatip yang terbaik atau yang paling menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Investasi yang terbaik harus bernilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum tentu alternatip terbaik merupakan investasi yang menguntungkan. Investasi terbaik ini memang menguntungkan dibandingkan dengan alternatip yang lainnnya, tetapi untuk investasi terbaik ini sendiri harus juga diukur. Investasi ini baru dikatakan menguntungkan bila bernilai yang artinya manfaat (benefit) atau hasil baliknya lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis atau cost-effectiveness analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tersebut bernilai atau tidak.&lt;br /&gt;3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang-orang yang terdidik.&lt;br /&gt;Manusia merupakan faktor utama yang menentukan berhasil tidaknya suatu sistem, baik dalam proses pengembangannya, penerapannya, maupun dalam proses operasinya. Oleh karena itu orang yang terlibat dalam pengembangan maupun penggunaan sistem ini harus merupakan orang yang terdidik tentang permasalahan-permasalahan yang ada dan terhadap solusi-solusi yang mungkin dilakukan. Terdidik disini bukan berarti harus secara formal duduk di perguruan tinggi, tetapi dapat dilakukan secara latihan kerja (on the job training). Analis sistem harus mempunyai pendidikan terhadap masalah yang dihadapinya. Tidaklah mungkin seorang analis sistem akan mengembangkan suatu sistem informasi bisnis tanpa mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang bisnis atau akan mengembangkan sistem informasi akuntansi tanpa mengetahui pengetahuan sedikitpun tentang akuntansi dan teknologi komputer. Bagaimana mungkin nantinya analis sistem ini akan berkomunikasi dengan manajemen dan programmer yang akan membuat programnya. Demikian juga dengan pemakai sistem harus merupakan orang yang terdidik tentang sistem ini dan dapat dilakukan dengan memberikan on-the-job training kepada mereka tentang cara menggunakan sistem yang diterapkan.&lt;br /&gt;4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.&lt;br /&gt;Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja dan melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk mengerjakannya. Pengalaman menunjukan bahwa tanpa adanya perencanaan dan koordinasi yang baik, maka proses pengembangan sistem tidak akan berhasil dengan memuaskan. Untuk maksud ini sebelum proses pengembangan sistem dilakukan, maka harus dibuat terlebih dahulu skedul kerja yang menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas pekerjaan yang akan dilakukan, sehingga proses pengembangan sistem dapat dilakukan dan selesai dengan berhasil sesuai dengan waktu dan anggaran yang direncanakan. Siklus atau Daur Hidup Pengembangan Sistem (Systems Development Life Cycle atau SDLC) umumnya menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas kerja yang harus dilakukan. Beberapa methodology pengembangan sistem juga menyediakan lebih terinci konsep kerja yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.&lt;br /&gt;5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.&lt;br /&gt;Prinsip ini kelihatannya bertentangan dengan prinsip nomor 4, tetapi tidaklah sedemikian. Tahapan kerja dari pengembangan sistem di prinsip nomor 4 menunjukkan langkah-langkah yang harus dilakukan secara bersama-sama. Ingatlah waktu adalah uang. Misalnya di dalam pengembangan sistem, perancangan output merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan perancangan file. Ini tidak berarti bahwa semua output harus dirancang semuanya terlebih dahulu baru dapat melakukan perancangan file, tetapi dapat dilakukan secara serentak, yaitu sewaktu proses pengadaan hardware.&lt;br /&gt;6. Jangan takut membatalkan proyek.&lt;br /&gt;Umumnya hal ini merupakan pantangan untuk membatalkan suatu proyek yang sedang berjalan. Keputusan untuk meneruskan suatu proyek atau membatalkannya memang harus dievaluasi dengan cermat. Untuk kasus-kasus yang tertentu, dimana suatu proyek terpaksa harus dihentikan atau dibatalkan karena sudah tidak layak lagi, maka harus dilakukan dengan tegas. Keraguan untuk terus melanjutkan proyek yang tidak layak lagi karena sudah terserapnya dana kedalam proyek ini hanya akan memubang dana yang sia-sia. Ekonom menyebut dana yang sudah terserap ini dengan istilah sunk cost dan sunk cost ini tidak relevan untuk digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, karena biaya ini sudahtidak dapat ditarik kembali. Jika proyek yang tidak layak masih terus dilanjutkan lagi, maka dana berikutnya yang terserap akan sia-sia.&lt;br /&gt;7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan untuk membuat suatu dokumentasi kerja adalah salah satu hal yang sering terjadi dan merupakan kesalahan kritis yang dibuat oleh analis sistem. Banyak analis sistem yang membicarakan pentingnya dokumentasi. Mereka membuat dokumentasi hasil dari analisis setelah mereka selesai mengembangkan sistemnya dan bahkan ada yang tidak membuat dokumentasi ini. Dokumentasi ini seharusnya dibuat pada waktu proses dari pengembangan sistem itu sendiri masih dalam proses, karena dokumentasi ini dapat dihasilkan dari hasil kerja tiap-tiap langkah di pengemangan sistem. Dokumentasi yang dibuat dan dikumpulkan selama proses dari pengembangan sistem dapat digunakan untuk bahan komunikasi antara analis sistem dengan pemakai sistem dan dapat digunakan untuk mendorong keterlibatan pemakai sistem.&lt;br /&gt;Sumber : http://ipoen.blogspot.com/2010/01/prinsip-pengembangan-sistem.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-3814468805220711719?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/3814468805220711719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/03/tugas-2-tahapan-tahapan-implementasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/3814468805220711719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/3814468805220711719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/03/tugas-2-tahapan-tahapan-implementasi.html' title='Tugas 2 tahapan-tahapan implementasi'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-4174464327954356990</id><published>2010-03-09T09:22:00.000-08:00</published><updated>2010-03-09T09:26:47.764-08:00</updated><title type='text'>REVISI SDLC</title><content type='html'>Gambaran  SDLC dari CV.Ariq yang bergerak di bidang industri pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi :&lt;br /&gt;1. Melakukan survei produk apa yang sedang di gandrungi&lt;br /&gt;2. Mempelajari dan menganalis mode terkini&lt;br /&gt;3. Menentukan permintaan para konsumen&lt;br /&gt;4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik&lt;br /&gt;5. Menentukan alat-alat yang akan si gunakan&lt;br /&gt;6. Merancang pakaian baru&lt;br /&gt;7. Mengimplementasikan nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah yang digunakan dari CV. ariq. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDLC itu sendiri sangat penting buat perkembangan perusahaan itu sendiri,sehingga bnyak perusahaan yang memiliki SDLC berbeda-beda.sehingga hasil yang didapat pun berbeda-beda.tergantung perusahaan itu sendiri dalam mengimplementasikannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-4174464327954356990?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/4174464327954356990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/03/revisi-sdlc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/4174464327954356990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/4174464327954356990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/03/revisi-sdlc.html' title='REVISI SDLC'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-477228734741339073</id><published>2010-02-24T08:09:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T15:14:11.602-08:00</updated><title type='text'>Tugas SDLC</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/S4VQvScshLI/AAAAAAAAAAM/SHMAWcwuR3Y/s1600-h/Untitled.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 282px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/S4VQvScshLI/AAAAAAAAAAM/SHMAWcwuR3Y/s320/Untitled.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441844498083382450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar diatas merupakan gambaran SDLC dari CV.Ariq yang bergerak di bidang industri pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi :&lt;br /&gt;1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi&lt;br /&gt;2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan&lt;br /&gt;3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi&lt;br /&gt;4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik&lt;br /&gt;5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)&lt;br /&gt;6. Merancang sistem informasi baru&lt;br /&gt;7. Membangun sistem informasi baru&lt;br /&gt;8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru&lt;br /&gt;9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang, kadang-kadang bersama expert user, terutama dalam langkah spesifikasi kebutuhan dan perancangan sistem untuk memastikan bahwa langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai harapan. Jika tidak maka langkah tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke langkah sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDLC itu sendiri sangat penting buat perkembangan perusahaan itu sendiri,sehingga bnyak perusahaan yang memiliki SDLC berbeda-beda.sehingga hasil yang didapat pun berbeda-beda.tergantung perusahaan itu sendiri dalam mengimplementasikannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-477228734741339073?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/477228734741339073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/02/tugas-sdlc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/477228734741339073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/477228734741339073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/02/tugas-sdlc.html' title='Tugas SDLC'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_G9SDV-It0PQ/S4VQvScshLI/AAAAAAAAAAM/SHMAWcwuR3Y/s72-c/Untitled.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-500341648495721671</id><published>2010-02-13T00:53:00.000-08:00</published><updated>2010-02-13T00:54:42.234-08:00</updated><title type='text'>daftar nama yang harus ikut pengulangan</title><content type='html'>30105692 Galindra Kurniawan 3DB14 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30106289 Bintang Perdana Putra 3DB14 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107189 MUHAMMAD SOBIRIN 3DB14 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107587 EKO NOVIANTO 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107624 ERVINA GUTE TUKAN 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107679 FELLIX EKA PRIMADI 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107812 HENDRA RUDIYANTO 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107828 HERI AGUS DIANTO 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107843 HESYA DI PUTRA 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107949 JEFFRY TICOALU 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107978 KHARIS BASKARA 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107068 MAULANA OKTOFITRIADI 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107086 MESA IRDIANTO SANTOSO 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107100 MOCHAMAD RAMDANI 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107110 MOHAMAD YULI KURNIAWAN 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107532 RURI HANDOKO 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107584 SETYO HARGIANTO 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107655 TARUNA KUSUMA PERDANA 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107721 VIRDIRAMA 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107773 WISNU PRAMONO 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107808 YUDHA HARDIANTO 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;32107092 ROY DARWIS 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;32107095 WYRA PERDHANA PUTRA 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;32107125 RIZA ALAMAS 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;32107127 ADI PERMANA KUSUMAYADI 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;32107203 RAJA POLIN PARULIAN PUTRA 3DB15 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30105330 BUDI PRASETYA 3DB16 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107125 ALAN RUDIANSYAH 3DB16 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107811 HENDRA JAMALUDIN 3DB16 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107886 IMAN OKTAVIANTO 3DB16 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107088 MICHAELANDRISETYAWAN 3DB16 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107134 MUHAMAD ARYO FAHLUVI 3DB16 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107327 PUJI SETIANTO 3DB16 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107391 RENDI RIALDI 3DB16 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;32107084 NOFANDHY MURYAT 3DB16 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30105232 ARIE PRABOWO 3DB17 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107133 ALFANS PUMAHIRA 3DB17 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107324 BAYU PRASETYO 3DB17 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107416 DANNY RAHMAT 3DB17 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107535 DWI CAHYANTO 3DB17 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107559 EDI KUSNAEDI 3DB17 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107572 EKA OCTO SUSILO 3DB17 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107710 FIRMANSYAH 3DB17 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107052 MARGARETHA AMANDA 3DB17 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107449 RIFKI DARMAWAN 3DB17 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107503 RIZKY HERRYANSYAH 3DB17 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107276 ARYO BIMO WISNU PUTRO 3DB18 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107744 GIANTRHA WIPRAJA 3DB18 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107788 HARIO NUGRAHA 3DB18 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107541 RYAN RACHMADI 3DB18 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107885 WILZA AKBAR 3DB18 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30106602 Hadi Suntoro 3DB19 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107015 ACHMAD FAUZI 3DB19 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107608 ENDANG SOBARNA 3DB19 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107917 IRFAN ANDRIANSYAH 3DB19 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107998 LALAN PRADIKA 3DB19 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107502 RIZKY HANANTO 3DB19 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107811 YUDHA SEPTIAWAN 3DB19 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;32107025 RIZKI MULYADI AKBAR 3DB19 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;32107195 ASEP SUPRIYATNA 3DB19 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30106048 Aditya Yudha Wirawan 3DB20 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107417 DANY MEDIANTO 3DB20 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107649 FAJAR BUANA 3DB20 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;30107654 FAKHRI BUDIMAN 3DB20 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107382 REISYA SORAYA 3DB20 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;br /&gt;31107679 TIRTA OSKAR KUSUMAH POTO 3DB20 Bahasa Inggris Bisnis 1 17 Februari 2010 13.30 WIB J1 162&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-500341648495721671?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/500341648495721671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/02/daftar-nama-yang-harus-ikut-pengulangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/500341648495721671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/500341648495721671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2010/02/daftar-nama-yang-harus-ikut-pengulangan.html' title='daftar nama yang harus ikut pengulangan'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-6373028485450464283</id><published>2009-12-22T22:37:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T22:40:25.995-08:00</updated><title type='text'>lessons english</title><content type='html'>Modals&lt;br /&gt;Modals may seem confusing to non-English speakers. Study the chart below.&lt;br /&gt;You will see that several different modals can express a single mood.&lt;br /&gt;And several different moods can be expressed by a single modal.&lt;br /&gt;Below, you will find an example of each modal as it expresses each mood.&lt;br /&gt;Go to the lessons to learn more.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LESSON  MOOD   MUST HAVE TO GOT TO NEED WOULD WILL SHALL SHOULD OUGHT MAY MIGHT COULD CAN ABLE TO DOES DID IS&lt;br /&gt;01infer  inference/conclusion must have to got to  would will       cannot    &lt;br /&gt;02oblig  obligation  must have to got to need  will shall          is to&lt;br /&gt;03advice recommendation/advice    need    should ought        &lt;br /&gt;04suggst suggestion        shall    might could can    &lt;br /&gt;05expect expectation         should ought        &lt;br /&gt;06probab probability           may might      &lt;br /&gt;07permit permission/concession          may might could can    &lt;br /&gt;08reques request       would will     might could can    &lt;br /&gt;09offer  offer        will     might could can    &lt;br /&gt;10possib possibility             could can able to   &lt;br /&gt;11abilit ability/capacity     would will      could can able to does did &lt;br /&gt;12predic prediction       will shall        does  is&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01infer: inference/conclusion:&lt;br /&gt;must  He must know about the second world war because he was born in Germany.&lt;br /&gt;must not They must not have gotten my message because they haven't called.&lt;br /&gt;have to  If she is English she has to have drunk tea at least once.&lt;br /&gt;got to  With those brightly colored shorts and sunglasses, they've got to be tourists.&lt;br /&gt;would  A tall steel tower in the center of Paris? Ah, that would be the Eiffel Tower.&lt;br /&gt;will  Behind every successful man, you will find a woman.&lt;br /&gt;will  When the cat's away, the mice will play.&lt;br /&gt;can't  If she's tall and thin, it can't be Mary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02oblig: obligation:&lt;br /&gt;must  All the soldiers must report back to their commanding officer at least once a day.&lt;br /&gt;must  If two ride on a horse, one must ride behind.&lt;br /&gt;must not If you are feeling sick, you must not go out in the rain.&lt;br /&gt;have to  To become a doctor you have to study for many years.&lt;br /&gt;don't have to In America, all citizens should vote, but they don't have to.&lt;br /&gt;got to  You've got to change the oil in your car every once in a while, or the engine will blow up.&lt;br /&gt;need  To get your passport, you need to go to the government office.&lt;br /&gt;will  You will do exactly as I tell you to do.&lt;br /&gt;shall  Thou shalt not steal.&lt;br /&gt;is to  Phillip and Joey are to buy all the drinks for the party.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03advice: recommendation/advice&lt;br /&gt;need  If you want to go hiking in the Rocky Mountains, you need to get a good raincoat.&lt;br /&gt;should  To learn English really well, you should travel in America or Ireland.&lt;br /&gt;ought  You ought to call Catherine if you are thinking of not going.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04suggst: suggestion&lt;br /&gt;shall  Shall I come back later?&lt;br /&gt;might  If you can't find the phone number in the yellow pages you might try directory assistance.&lt;br /&gt;could  You could try a different shampoo if your hair is too dry.&lt;br /&gt;can  They can ask Uncle Peter for help if they don't understand.&lt;br /&gt;let  Let nature take her course.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05expect: expectation&lt;br /&gt;should  Suzanne should be getting home any minute.&lt;br /&gt;ought  The movie ought to start at about eight o'clock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06probab: probability&lt;br /&gt;may  Bring a pic-nic lunch because there may not be a restaurant at the beach.&lt;br /&gt;might  If you explain your problem to Elizabeth, she might have some suggestions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07permit: permission/concession&lt;br /&gt;may  The guard said we may not take pictures in the museum.&lt;br /&gt;may  You may be a college graduate, but you're a lousy poker player.&lt;br /&gt;may  A man may work from sun to sun but a woman's work is never done.&lt;br /&gt;might  The World Cup might be the biggest sports event in the world, but I think it's boring.&lt;br /&gt;could  Mom said we could play outside after dinner.&lt;br /&gt;can  I'm sorry, only employees can use the office telephone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08reques: request&lt;br /&gt;would  Would you please be quiet?&lt;br /&gt;will  Will you open that door for me please?&lt;br /&gt;might  Might I have a try at your computer game?&lt;br /&gt;could  Could I see the rest of your house?&lt;br /&gt;can  Can Pamela use the bathroom?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09offer:  offer&lt;br /&gt;will  I'll take care of the flight reservations.&lt;br /&gt;might  We might help out with the cooking if you like.&lt;br /&gt;could  Mohammed could explain the details to everyone.&lt;br /&gt;can  Kamal can take the car and go get Tanaka at the swimming pool.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10possib: possibility&lt;br /&gt;could  At this hour, the library could be closed.&lt;br /&gt;can  You can take a boy out of the country, but you can't take the country out of the boy.&lt;br /&gt;can  Women: you can't live with 'em and you can't live without 'em.&lt;br /&gt;can  You can't lose what you never had.&lt;br /&gt;can  You can't buy happiness.&lt;br /&gt;able to  We went to the concert, but we weren't able to meet the musicians.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11abilit: ability/capacity&lt;br /&gt;would  When this car was new, it would go 170 kilometers per hour.&lt;br /&gt;will  All of these clothes will not fit in your suitcase.&lt;br /&gt;could  When I first came to Italy, I couldn't understand anything.&lt;br /&gt;can  Veronica can't swim and she can't drive a car, but she can sing really well!&lt;br /&gt;can  Those who can, do; those who can't, teach.&lt;br /&gt;able to  I won't be able to speak Chinese well until I've had many more lessons.&lt;br /&gt;does  Junko is very strong; she runs 10 kilometers every day.&lt;br /&gt;did  When I knew Richard in Japan, he spoke Japanese very well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12predic: prediction&lt;br /&gt;will  What will people think?&lt;br /&gt;will  Time will heal all wounds.&lt;br /&gt;shall  We shall meet him at the train station.&lt;br /&gt;shall  Blessed are the meek for they shall inherit the earth.&lt;br /&gt;shall  As you sow, so shall you reap.&lt;br /&gt;does  The train gets in at eight thirty.&lt;br /&gt;is  Tomorrow is Christmas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.easyenglish.com/lesson.asp?04suggst.txt&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-6373028485450464283?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/6373028485450464283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/12/lessons-english.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/6373028485450464283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/6373028485450464283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/12/lessons-english.html' title='lessons english'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-7445500356966020168</id><published>2009-11-20T18:21:00.002-08:00</published><updated>2009-11-20T18:22:56.165-08:00</updated><title type='text'>Letter Of Enquiry</title><content type='html'>Reza andreawan&lt;br /&gt;undefined&lt;br /&gt;undefinedundefined&lt;br /&gt;Dear sir,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I would like to reserve conference room for 20 person on 20th to 30th.&lt;br /&gt;I would like reserve electric sockets for an overhead projector and a screen too because i will need that stuffs for the conference.&lt;br /&gt;Could you also confirm if there are have buffet facilities.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-7445500356966020168?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/7445500356966020168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/11/letter-of-enquiry.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/7445500356966020168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/7445500356966020168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/11/letter-of-enquiry.html' title='Letter Of Enquiry'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-3481955451590000933</id><published>2009-11-10T22:40:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T22:42:32.795-08:00</updated><title type='text'>making an enquiry and booking accomodation letter</title><content type='html'>dear sir,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i would like to reserve room for the nights of october 23rd and 24th .i would very much appreciate a large room because 30 people will be attending to the conference. because there are so many thing that will be discused and have to presentasion. i will need electric sockets for an overhead projector and sreen . could you please confirm that there is a buffet facilities because we need a lot of foods and drinkd to 30 &lt;br /&gt;people for two days.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks a lot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yours faithfully,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;reza andreawan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-3481955451590000933?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/3481955451590000933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/11/making-enquiry-and-booking-accomodation.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/3481955451590000933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/3481955451590000933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/11/making-enquiry-and-booking-accomodation.html' title='making an enquiry and booking accomodation letter'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-259032086429329320</id><published>2009-11-10T18:41:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T18:43:16.190-08:00</updated><title type='text'>Confidential Report</title><content type='html'>Company The Joan has been a supplier for 5 years and has supplied goods on a sixth days to limit of 50.000 pounds. They report that the hotel is experimenting temporary easy flow problem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;if your Company this sale, The Yore has been a supplier for 2 years and has supplied goods on 90 days credits to a limit of 3000 pounds. however recently the hotel in the start because of the day exedeed these term and suppliers had to be stopped&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-259032086429329320?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/259032086429329320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/11/confidential-report.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/259032086429329320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/259032086429329320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/11/confidential-report.html' title='Confidential Report'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-2201480292074912042</id><published>2009-10-25T01:05:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T01:08:04.376-07:00</updated><title type='text'>Greetings</title><content type='html'>Two friends meeting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friends often say "Hi" to each other. Then they often ask a general question, such as "How are you?" or "How are things?" or "How's life?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The reply to this question is normally positive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fine thanks, and you?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fine thanks, what about yourself?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Not bad." Or "Can't complain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source : http://www.english-at-home.com/speaking/english-greetings/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-2201480292074912042?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/2201480292074912042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/10/greetings.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/2201480292074912042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/2201480292074912042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/10/greetings.html' title='Greetings'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-7448241909287491038</id><published>2009-10-23T22:40:00.001-07:00</published><updated>2009-10-23T22:41:02.312-07:00</updated><title type='text'>describtion of location</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;A scotland steel factory in aviemore is situated in an area which scheduled for heavy industry, one hundred seventy five kilometers north Glasgow &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;and forty eigth kilometers south Invernness.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-7448241909287491038?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/7448241909287491038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/10/describtion-of-location.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/7448241909287491038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/7448241909287491038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/10/describtion-of-location.html' title='describtion of location'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-7094064559242003482</id><published>2009-10-08T07:27:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T07:34:16.154-07:00</updated><title type='text'>LEARN ENGLISH GRAMMAR</title><content type='html'>&lt;p&gt;When we compare two things or people we look at what makes them different          from each other. &lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;em&gt;For example: &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;       &lt;div align="center"&gt;         &lt;h5&gt;Tall / Short&lt;/h5&gt;         &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.learnenglish.de/IMAGES/Vocab/Adjectives/Tall.gif" alt="tall" width="32" height="72" /&gt;&lt;img src="http://www.learnenglish.de/IMAGES/Vocab/Adjectives/Short.gif" alt="short" width="23" align="bottom" height="38" /&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div align="center"&gt;The man on the left is taller than the man on the right.&lt;br /&gt;       The man on the right is shorter than the man on the left. &lt;/div&gt;                     &lt;div align="center"&gt;            &lt;h5&gt;Fast / Slow&lt;/h5&gt;            &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.learnenglish.de/IMAGES/Vocab/Transport/car_s.gif" alt="car" width="80" height="80" /&gt; &lt;img src="http://www.learnenglish.de/IMAGES/Vocab/Transport/bicycle_s.gif" alt="bicycle" width="80" height="80" /&gt;&lt;/p&gt;          &lt;/div&gt;           &lt;div align="center"&gt;A car is faster than a bicycle.&lt;br /&gt;          A bicycle is slower than a car.          &lt;/div&gt;      &lt;p&gt;Comparative adjectives are used to show what quality one thing has more          or less than the other. They normally come before any other adjectives.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;em&gt;For example: &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;      &lt;div align="center"&gt;        &lt;h5&gt;Big / Small&lt;/h5&gt;        &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.learnenglish.de/IMAGES/Adjectives/bluebag.gif" alt="blue bag" width="60" height="60" /&gt;          &lt;img src="http://www.learnenglish.de/IMAGES/Adjectives/redbag.gif" alt="red bag" width="80" height="80" /&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt; &lt;div align="center"&gt;The red bag is bigger than the blue bag.&lt;br /&gt; The blue bag is smaller than the red bag. &lt;/div&gt;           &lt;h3&gt;Forming the comparative &lt;/h3&gt;       &lt;table width="95%" align="center" border="1"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;th&gt;Form&lt;/th&gt;           &lt;th&gt;Rule&lt;/th&gt;           &lt;th&gt;For example &lt;/th&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td&gt;Words of one syllable ending in 'e'. &lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt; Add -r to the end of the word.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;p&gt;wide - wider&lt;br /&gt;         &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td&gt;Words of one syllable, with one vowel and one consonant at the end. &lt;/td&gt;           &lt;td&gt;Double the consonant and add -er to the end of the word. &lt;/td&gt;           &lt;td&gt;&lt;p&gt;big - bigger&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td&gt;Words of one syllable, with more than one vowel or more than  one consonant at the end.&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;Add - er to the end of the word. &lt;/td&gt;           &lt;td&gt;high - higher &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td&gt;Words of two syllables, ending in 'y'. &lt;/td&gt;           &lt;td&gt;Change 'y' to 'i', and add -er to the end of the word. &lt;/td&gt;           &lt;td&gt;happy - happier&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td&gt;Words of two syllables or more, not ending in 'y'. &lt;/td&gt;           &lt;td&gt;Place 'more' before the adjective.&lt;/td&gt;           &lt;td&gt;beautiful - more beautiful &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;p&gt;The following adjectives are exceptions to this rule: &lt;/p&gt;       &lt;ul&gt;&lt;li&gt;'good' becomes 'better' &lt;/li&gt;&lt;li&gt; 'bad' becomes 'worse'&lt;/li&gt;&lt;li&gt; 'far' becomes 'farther' or 'further' &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p&gt;&lt;span class="title"&gt;!Note &lt;/span&gt;- When comparing two things like this we put &lt;em&gt;&lt;b&gt;than&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; between the adjective and the thing being compared.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;source : http://www.learnenglish.de/grammar/adjectivecomp.htm&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-7094064559242003482?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/7094064559242003482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/10/when-we-compare-two-things-or-people-we.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/7094064559242003482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/7094064559242003482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/10/when-we-compare-two-things-or-people-we.html' title='LEARN ENGLISH GRAMMAR'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-4043793453274376407</id><published>2009-10-06T23:53:00.001-07:00</published><updated>2009-10-06T23:53:48.771-07:00</updated><title type='text'>Lingking Word</title><content type='html'>Linking words help you to connect ideas and sentences, so that people can follow your ideas.&lt;br /&gt;Giving examples&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example&lt;br /&gt;For instance&lt;br /&gt;Namely&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The most common way of giving examples is by using for example or for instance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namely refers to something by name.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"There are two problems: namely, the expense and the time."&lt;br /&gt;Adding information&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And&lt;br /&gt;In addition&lt;br /&gt;As well as&lt;br /&gt;Also&lt;br /&gt;Too&lt;br /&gt;Furthermore&lt;br /&gt;Moreover&lt;br /&gt;Apart from&lt;br /&gt;In addition to&lt;br /&gt;Besides&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ideas are often linked by and. In a list, you put a comma between each item, but not before and.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We discussed training, education and the budget."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Also is used to add an extra idea or emphasis. "We also spoke about marketing."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can use also with not only to give emphasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We are concerned not only by the costs, but also by the competition."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We don't usually start a sentence with also. If you want to start a sentence with a phrase that means also, you can use In addition, or In addition to this…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As well as can be used at the beginning or the middle of a sentence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"As well as the costs, we are concerned by the competition."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We are interested in costs as well as the competition."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Too goes either at the end of the sentence, or after the subject and means as well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"They were concerned too."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I, too, was concerned."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apart from and besides are often used to mean as well as, or in addition to.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apart from Rover, we are the largest sports car manufacturer."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Besides Rover, we are the largest sports car manufacturer."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moreover and furthermore add extra information to the point you are making.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Marketing plans give us an idea of the potential market. Moreover, they tell us about the competition."&lt;br /&gt;Summarising&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In short&lt;br /&gt;In brief&lt;br /&gt;In summary&lt;br /&gt;To summarise&lt;br /&gt;In a nutshell&lt;br /&gt;To conclude&lt;br /&gt;In conclusion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We normally use these words at the beginning of the sentence to give a summary of what we have said or written.&lt;br /&gt;Sequencing ideas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The former, … the latter&lt;br /&gt;Firstly, secondly, finally&lt;br /&gt;The first point is&lt;br /&gt;Lastly&lt;br /&gt;The following&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The former and the latter are useful when you want to refer to one of two points.&lt;br /&gt;"Marketing and finance are both covered in the course. The former is studied in the first term and the latter is studied in the final term."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firstly, … secondly, … finally (or lastly) are useful ways to list ideas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's rare to use "fourthly", or "fifthly". Instead, try the first point, the second point, the third point and so on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The following is a good way of starting a list.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The following people have been chosen to go on the training course: N Peters, C Jones and A Owen."&lt;br /&gt;Giving a reason&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Due to / due to the fact that&lt;br /&gt;Owing to / owing to the fact that&lt;br /&gt;Because&lt;br /&gt;Because of&lt;br /&gt;Since&lt;br /&gt;As&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Due to and owing to must be followed by a noun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Due to the rise in oil prices, the inflation rate rose by 1.25%."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Owing to the demand, we are unable to supply all items within 2 weeks."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you want to follow these words with a clause (a subject, verb and object), you must follow the words with the fact that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Due to the fact that oil prices have risen, the inflation rate has gone up by 1%25."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Owing to the fact that the workers have gone on strike, the company has been unable to fulfil all its orders."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because / because of&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because of is followed by a noun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Because of bad weather, the football match was postponed."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because can be used at the beginning or in the middle of a sentence. For example, "Because it was raining, the match was postponed."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We believe in incentive schemes, because we want our employees to be more productive."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since / as&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since and as mean because.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Since the company is expanding, we need to hire more staff."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"As the company is expanding, we need to hire more staff."&lt;br /&gt;Giving a result&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Therefore&lt;br /&gt;So&lt;br /&gt;Consequently&lt;br /&gt;This means that&lt;br /&gt;As a result&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Therefore, so, consequently and as a result are all used in a similar way.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The company are expanding. Therefore / So / Consequently / As a result, they are taking on extra staff."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So is more informal.&lt;br /&gt;Contrasting ideas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But&lt;br /&gt;However&lt;br /&gt;Although / even though&lt;br /&gt;Despite / despite the fact that&lt;br /&gt;In spite of / in spite of the fact that&lt;br /&gt;Nevertheless&lt;br /&gt;Nonetheless&lt;br /&gt;While&lt;br /&gt;Whereas&lt;br /&gt;Unlike&lt;br /&gt;In theory… in practice…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But is more informal than however. It is not normally used at the beginning of a sentence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He works hard, but he doesn't earn much."&lt;br /&gt;"He works hard. However, he doesn't earn much."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although, despite and in spite of introduce an idea of contrast. With these words, you must have two halves of a sentence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Although it was cold, she went out in shorts."&lt;br /&gt;"In spite of the cold, she went out in shorts."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Despite and in spite of are used in the same way as due to and owing to. They must be followed by a noun. If you want to follow them with a noun and a verb, you must use the fact that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Despite the fact that the company was doing badly, they took on extra employees."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nevertheless and nonetheless mean in spite of that or anyway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The sea was cold, but he went swimming nevertheless." (In spite of the fact that it was cold.)&lt;br /&gt;"The company is doing well. Nonetheless, they aren't going to expand this year."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While, whereas and unlike are used to show how two things are different from each other.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"While my sister has blue eyes, mine are brown."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Taxes have gone up, whereas social security contributions have gone down."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Unlike in the UK, the USA has cheap petrol."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In theory… in practice… show an unexpected result.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"In theory, teachers should prepare for lessons, but in practice, they often don't have enough time."&lt;br /&gt; source : http://www.english-at-home.com/grammar/linking-words/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-4043793453274376407?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/4043793453274376407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/10/lingking-word.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/4043793453274376407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/4043793453274376407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/10/lingking-word.html' title='Lingking Word'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-7487940957076339466</id><published>2009-10-06T23:11:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T23:12:54.934-07:00</updated><title type='text'>English studying vocabulary</title><content type='html'>&lt;p&gt;How do you prepare for an exam? Do you study regularly, or leave it all to the last minute? Here are some common words and phrases to talk about studying and taking exams.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Exams&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;take an exam / sit an exam = do an exam&lt;br /&gt;pass an exam = get a good enough mark to succeed&lt;br /&gt;fail an exam = not pass  :((&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Studying&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;take extra lessons / have private tuition / private coaching = pay for a personal teacher to help you with the subject&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Before the exam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;revise = go over everything you've studied&lt;br /&gt;swot up = an informal synonym for "revise"&lt;br /&gt;cram = try and force as much information into your head as possible&lt;br /&gt;learn by heart / memorise = try to remember facts etc, without necessarily understanding them&lt;br /&gt;test yourself = try to test your knowledge of something so that you really know it, rather than just learning it by heart&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;During the exam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;cheat / copy / use a crib sheet = use dishonest methods to try and pass the exam, such as copying someone else, or hiding notes so you can read them during the exam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;get a good / high mark = do well in the exam&lt;br /&gt;get a bad / low mark = do badly in the exam&lt;br /&gt;pass with flying colours = pass with high marks&lt;br /&gt;scrape a pass = only just pass&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;What sort of student are you?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;stellar = a star performer&lt;br /&gt;hard-working = someone who tries&lt;br /&gt;straight A = a student who always gets top marks&lt;br /&gt;plodder = someone who works consistently, but isn't particularly brilliant&lt;br /&gt;mediocre = not bad, average&lt;br /&gt;abysmal = terrible&lt;/p&gt;&lt;p&gt;source :http://www.english-at-home.com/vocabulary/english-studying-vocabulary/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-7487940957076339466?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/7487940957076339466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/10/english-studying-vocabulary.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/7487940957076339466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/7487940957076339466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/10/english-studying-vocabulary.html' title='English studying vocabulary'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1953737030162365264.post-8792429861975213316</id><published>2009-10-06T17:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-07T00:03:23.120-07:00</updated><title type='text'>tugas membuat surat</title><content type='html'>dear sir,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;as far as i can see a telex from mr ioannou with reference your telex 18.8  albany likely to be taken over. at present there is no need for concern that family wish remain control.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I can assure you that they do not appear short of capital. no reason why you cannot continue trading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If i hear anything to the contrary I will contact you. I hope you will understand. Thank you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yours Faithfully,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reza andreawan&lt;br /&gt;  director&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1953737030162365264-8792429861975213316?l=narutolike.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://narutolike.blogspot.com/feeds/8792429861975213316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/10/homework-letter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/8792429861975213316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1953737030162365264/posts/default/8792429861975213316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://narutolike.blogspot.com/2009/10/homework-letter.html' title='tugas membuat surat'/><author><name>reza andreawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16633657729303844141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
